Kapan Bayi Boleh Makan Permen?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak selalu ingin tahu banyak hal, tak terkecuali mengenai cita rasa makanan dan minuman.Tapi salah satu hal yang sering dilupakan para ibu adalah tentang ketergantungan si Kecil terhadap makanan manis seperti permen dan coklat. Lantas, sebenarnya umur berapa anak seharusnya baru boleh mengonsumsi permen?
Sebenarnya, bayi tidak boleh mengonsumsi permen. Permen keras atau kenyal dapat membuat bayi tersedak, dan memberi bayi camilan lainnya seperti cokelat dapat berkontribusi pada kebiasaan makan yang buruk saat ia tumbuh besar. Saya selalu menyarankan untuk menunda pemberian permen pada anak selama mungkin, setidaknya hingga setelah anak berumur 2 tahun.
Dari segi kesehatan, permen yang dikonsumsi anak tidak memiliki kandungan kalori sehingga tak baik untuk anak. Sementara, sekali saja anak-anak mengenal permen, anak-anak akan menjadi ketagihan. Padahal masih banyak asupan gizi yang belum terpenuhi, anak malah mogok makan dan cenderung lebih suka camilan manis.
Karena kebiasaan makan dan selera dipelajari sejak dini, apa yang Moms tawarkan kepada anak sekarang akan memengaruhi dia hingga dewasa. Moms dapat membantunya dengan memulai awal yang sehat dan membuat kebiasaan untuk makan makanan yang bergizi.
Jangan pernah memberi permen keras pada bayi seperti permen gula, karamel, atau jelly bean sebelum usia 2 tahun. Permen jenis ini dapat dengan mudah menyebabkan tersedak karena jatuh ke tenggorokan dan anak tidak dapat mengunyahnya dengan benar. Potongan kecil cokelat yang meleleh di mulut anak boleh saja diberikan sebagai special treat setelah usia 2 tahun. Pastikan orang lain yang memberi makan si Kecil, seperti kakek, pengasuh, atau anggota keluarga yang lain, tahu makanan apa yang boleh dan tidak boleh diberikan untuknya.
Mengenalkan permen di usia 2 tahun bukan berarti tidak mengenalkan rasa manis sebelumnya sama sekali, tetapi Anda dapat membantunya membuat pilihan cerdas. Saran saya, jika Moms benar-benar ingin menawarkan anak makanan yang manis, gunakan es krim atau puding sesekali. Setidaknya camilan tersebut mengandung gizi dan nutrisi.
Dan pikirkan alasan mengapa Anda menawarkan permen. Jika permen cenderung menjadi hadiah di rumah, pertimbangkan hadiah yang tidak dapat dimakan seperti mainan. Sebagian besar anak-anak akan sama bahagianya. Selembar stiker lucu bisa jadi pilihan selain permen.
Semoga bermanfaat.
By: Salsabila Setiaji Halim
