Konten dari Pengguna

Kapan Bayi Boleh Makan Telur?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapan Bayi Boleh Makan Telur?
zoom-in-whitePerbesar

Telur yang dikenal sebagai salah satu makanan dengan kandungan gizi tinggi tentunya menjadi salah satu menu favorit bagi para Moms yang sedang mempersiapkan MPASI pertama bagi si Kecil. Telur kaya akan protein, kalsium, zat besi, mineral, berbagai vitamin seperti vitamin A, Vitamin D, Vitamin E, vitamin B6, asam folat, riboflavIn, fosfor dan banyak kandungan gizi lainnya. Hampir seluruh jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh manusia ada dalam setiap butir telur.

Namun, apakah telur boleh dikonsumsi oleh bayi?

Ternyata boleh-boleh saja Moms bayi mengonsumsi telur. Asalkan dengan memperhatikan ketentuan berikut:

<ul>

  • Berikan kepada bayi setelah berusia 6 bulan

  • Berikan kuning telur terlebih dahulu 

  • Waspadai alergi telur. Sebaiknya tahan  pemberian putih telur hingga usia 1 tahun bila orang tua memiliki riwayat alergi telur. Karena putih telur dapat menyebabkan alergi pada bayi. 

  • Masak sampai benar-benar matang

  • Batasi jumlah konsumsi telur. Pada bayi, pemberian telur sebaiknya hanya 1-2 butir telur per minggu.

  • Jangan merebus telur terlalu lama karena akan mempengaruhi kandungan nutrisinya dan mengurangi protein.

  • Pilihlah telur ayam kampung. Karena makanan ayam kampung lebih alami. Sedangkan ayam negeri biasanya sudah diberi suplemen dan hormon. Hal ini untuk menghindari bayi mengonsumsi zat adiktif yang terdapat  dalam telur.

Lalu bagaimana Moms bisa menyajikan telur sebagai menu MPASI? Berikut variasi penyajian telur agar si Kecil tidak bosan:

<ul>

  • Scrambled atau diorek. Telur diaduk dengan sedikit minyak sampai benar2 matang.

  • Boiled atau direbus. Rebus telur dalam air mendidih selama kurang lebih 10 menit. Tapi ingat Moms, jangan sampai terlalu lama merebusnya.

  • Mencampurnya dengan bubur 

Semoga bermanfaat.

By: Berkah Dwi Rahayu

Copyright by Babyologist