Konten dari Pengguna

Kapan Haid Kembali Setelah Melahirkan?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapan Haid Kembali Setelah Melahirkan?
zoom-in-whitePerbesar

Kalau cerita soal haid lagi, rasanya sih memang sudah sampai lupa ya haid terakhir kapan. Soalnya selama hamil tidak mengalami haid, rasanya tidak ribet sakit perut dan yang lainnya ya. Hanya saja pengganti haid adalah mual, pegal-pegal, dan masih banyak lagi.

Waktu setelah lahiran umumnya tubuh kita memang masih banyak mengeluarkan darah. Hanya memang durasinya beda-beda. Setahu saya yang lahiran normal durasi pengeluaran sisa darahnya berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 1 bulanan. Sedangkan yang melahirkan dengan operasi rata-rata sekitar 2 mingguan (termasuk saya).

Lalu haid lagi kapan?

Jawabannya memang beda-beda ya Moms tergantung masing-masing orang. Ada yang 2 bulan sudah haid lagi yang berarti subur, ada juga yang setelah selesai masa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, serta ada yang 1 tahun atau lebih.

Durasi haid pertama setelah melahirkan berapa lama?

Hal ini juga tergantung orang ya Moms, dan pastinya berbeda-beda. Kalau saya pertama kali memang agak lama sekitar 8 hari. Pertama kali haid lagi setelah masa memberikan ASI eksklusif selesai alias 6 bulan pasca melahirkan.

Apakah ASI sebagai kontrasepsi alami?

Iya benar sekali Moms, kalau selama ASI Eksklusif saja selama 6 bulan selebihnya sudah tidak lagi walaupun belum haid.

Bagaimana kalau belum selesai ASI Eksklusif sudah mulai haid?

Berarti memang kondisi badan Moms subur. Jadi hati-hati ya Moms agar tidak kebobolan dan akhirnya si Kecil mendapat adik baru.

Kalau kita haid apakah berpengaruh terhadap ASI?

Jawabannya adalah iya. Produksi ASI akan lebih sedikit dibandingkan sebelum menstruasi kembali, karena pengaruh hormon di dalam tubuh.

Semoga bermanfaat

By: Feimi Wijaya