Kapan Harus ke Dokter Saat si Kecil Diare?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diare adalah penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Seseorang dikatakan menderita diare apabila kotorannya berubah menjadi cair dan frekuensi BAB sering yaitu lebih dari 3 kali dalam 24 jam.
Penyebab diare juga beragam, mulai dari infekai virus dan juga bakteri. Biasanya, virus dan bakteri ini berasal dari makanan dan lingkungan yang kurang bersih. Penyakit diare juga amat mudah menular, biasanya diare akan ditularkan melalui kotoran orang yang menderita diare tersebut.
Jika anak-anak terserang diare, bolehkah ia dirawat di rumah saja? Kapankah anak-anak harus dibawa ke dokter?
Bila menderita diare, reaksi yang muncul pada anak bisa berbeda-beda. Jika si Kecil terlihat masih lincah, nafsu makan tidak terganggu dan tidak merasa sakit maka penanganan diarenya dapat ditangani di rumah saja. Penangananya seperti memperbanyak konsumsi cairan seperti air putih dan kuah sop. Tidak perlu obat-obatan apalagi antibiotik.
Namun, apabila si Kecil menunjukkan reaksi yang kurang baik, seperti terlihat lemas, kehilangan nafsu makan, mata cekung, tidak bergairah, demam dan muntah-muntah maka segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Semoga bermanfaat.
By: Sarah Brahmana
Copyright by Babyologist
