KB Suntik 3 bulan vs IUD

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setelah melahirkan, tubuh ibu tidak langsung melepas sel telur, sehingga kesuburan ibu tidak segera kembali. Tetapi, tidak dapat diketahui pasti kapan kesuburan tersebut akan kembali. Jadi kalau belum mau punya anak lagi, sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi. Walaupun sebenarnya dengan memberikan ASI eksklusif kepada bayi pun bisa menunda kesuburan, tapi lebih baik cari aman kan Moms.
Alat kontrasepsi yang tersedia pun bermacam-macam, kita bisa memilih menurut kebutuhan kita. Contohnya, apakah ibu akan memberikan ASI atau tidak, mau memilih kontrasepsi hormonal atau non-hormonal, dll.
Pengalaman sebagai ibu (anak saya sekarang berumur 12 bulan), saya mulai menggunakan alat kontrasepsi 6 minggu postpartum.
Pertama kali menggunakan KB suntik 3 bulanan, saya memutuskan untuk memakai tipe KB ini karena mau memberikan ASI eksklusif pada bayi. KB ini juga tidak mengurangi produksi ASI saya, dan karena Obgyn saya pun merekomendasikan KB tipe ini.
Bagaimana setelah pakai KB suntik 3 bulan?
Seminggu setelah pertama kali disuntik, saya menstruasi sekitar 6 hari (memang biasanya saya menstruasi sekitar seminggu lamanya). Namun ada hal yang sangat mengganggu setelah itu, yaitu vagina saya semakin kering. Kata obgyn, sebenarnya memang saat menyusui, vagina memang akan menjadi lebih kering daripada sebelumnya. Namun karena ditambah dengan KB suntik 3 bulan ini, vagina justru menjadi semakin kering. Dan tentunya hal ini sangat mengganggu, karena saat bersenggama itu sangat perih. Lalu setelah tanya-tanya teman dan cari-cari di Google, saya memutuskan untuk ganti alat kontrasepsi.
Akhirnya saya memakai IUD atau biasa disebut spiral. Banyak yang tanya, sakit gak pas dipasang IUD-nya? Sakitnya bearable banget! Cuma ngilu-ngilu sedikit. Di hari pertama-kedua ada sakit seperti sedang menstruasi. Selanjutnya tidak ada sakit sama sekali, cuma ada keluar darah sedikit-sedikit selama 5 hari.
Apakah benangnya mengganggu saat berhubungan? Kata suami saya benangnya tidak terasa, karena pas dipasang memang benangnya sudah dipotong oleh obgyn-nya, dan kalau memang terasa pun, bisa minta dipotong lagi saat check up hari ke-7.
Semoga bermanfaat.
By: Nicole Hostiadi
Copyright by Babyologist
