Kehamilan dengan Varises Vagina

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moms tahu varises? Mungkin sebagian Moms sudah tahu apa itu varises. Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada bagian kaki akibat penumpukan darah. Orang-orang yang menderita varises, pembuluh venanya juga dapat terlihat menonjol keluar berwarna biru atau ungu tua.
Lalu, pernahkah Moms mendengar tentang varises vagina pada ibu hamil? Sebagian Moms mungkin agak aneh mendengarnya. Yang kita tahu selama ini, varises terjadi di kaki atau di tangan, bukan? Nyatanya varises di vagina juga ada, tepatnya terjadi di labia mayora.
Saya adalah salah satu yang mengalaminya. Sekarang saya sedang mengandung anak yang ke-2, dan berjenis kelamin laki-laki. Pada waktu hamil anak pertama, saya tidak mengalami varises vagina, dan kehamilan saya sangat lancar.
Namun saat kehamilan anak ke-2, saya merasa ada sesuatu yang berbeda dari bulan pertama sampai memasuki bulan ke-9, yaitu sakit di daerah vagina selalu bertambah sakit. Saya bingung dan berpikir apa penyebabnya? Awalnya saya pikir mungkin karena pelebaran rahim, tapi kok lama kelamaan makin sakit ya? Semakin besar usia kandungan semakin sakit, makin sulit buat jalan dan bergerak.
Jadi vagina itu mempunyai beberapa bagian, yaitu bagian terluar yang berbentuk dua bibir besar disebut labia mayora. Di balik bibir terluar ada bibir dalam yang lebih tipis, disebut labia minora. Pada pangkal depan labia minora terdapat bagian sensitif yang disebut klitoris. Pada bagian dalam bibir tersebut juga terdapat dua buah saluran yaitu yang depan adalah saluran kencing dan yang belakang adalah saluran reproduksi yang disebut vulva. Vulva ini berhubungan dengan rahim. Nah, Sering kali vulva inilah yang disebut dengan vagina.
Ciri-ciri Varises pada Vagina
Permukaan pada labia mayora tampak tidak rata.
Ada tonjolan-tonjolan yang berkelok-kelok dan berwarna agak kebiruan. Kadang terlihat seperti sekumpulan urat. Varises vagina paling sering timbul pada saat kehamilan. Sekitar 20-30% ibu hamil mengalami varises.
Tapi untungnya, varises pada vagina jarang menimbulkan masalah serius pada ibu hamil dan tidak mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandungnya. Keluhan yang saya rasakan hanyalah rasa pegal-pegal di sekitar organ intim.
Penyebab Varises Vagina pada Ibu Hamil
Kehamilan. Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil membuat kaki semakin terbebani. Akibatnya, aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat dan terjadilah varises.
Paritas Yang Tinggi. Ibu hamil yang mempunyai riwayat melahirkan anak banyak.
Faktor Keturunan
Kurang Bergerak dan Berdiri Terlalu Lama. Kurang bergerak akan menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. Sedangkan berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah.
Merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.
Kolesterol dan Diabetes. Penderita kolesterol tinggi dan diabetes mudah mengalami varises, karena kedua penyakit tersebut berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, yaitu kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang dialami.
Memakai Sepatu Hak Tinggi. Pemakaian sepatu dengan hak yang terlalu tinggi bisa membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal.
Menurut dokter SpOG saya dan buku serta beberapa sumber lain, ada cara untuk mencegah varises vagina, di antaranya:
Melakukan Senam Hamil. Senam hamil dapat meningkatkan kebugaran dan ketenangan pikiran ibu hamil. Tubuh yang relaks akan memperlancar aliran darah.
Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang. Tujuannya supaya ibu hamil lebih sehat.
Tetap Melakukan Aktivitas Harian. Karena penyesuaian hormon dan pertambahan berat badan, ibu hamil mungkin jadi malas beraktivitas, lebih senang tiduran, menonton TV atau memantau media sosial. Padahal posisi statis dalam waktu yang lama dapat mengganggu kelancaran peredaran darah, terutama aliran darah yang kembali ke jantung. Aliran yang tersendat inilah yang memunculkan varises. Jadi, beraktivitaslah secara normal dan sehat seperti biasa. Tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi kehamilan, seperti tidak mengangkat beban terlalu berat, bergerak terlalu cepat, beraktivitas terlalu letih, dan sebagainya. Dengan beraktivitas normal, ibu hamil akan merasa lebih bugar dan sehat.
Angkat Kaki di Atas Bantal. Posisi tubuh tertentu dapat melancarkan aliran darah balik ke jantung. Tidur dalam posisi terlentang atau miring, misalnya.
Menggunakan Sepatu yang Nyaman.
Proses Melahirkan dengan Kondisi Varises Vagina
Proses melahirkan ini selalu membuat saya khawatir, terlebih saya ingin persalinan normal. Tapi meski varises vagina tak membahayakan kehamilan, di kala proses persalinan ada kemungkinan pembuluh darah mengalami sobek yang kemudian memicu terjadinya robekan pada vagina. Jika itu terjadi, dokter harus menghentikan perdarahan dan memperbaiki jaringan di sekitarnya. Apakah perlu operasi caesar untuk mencegah perdarahan akibat varises vagina?
Kondisi tersebut bukan kondisi mutlak untuk dilakukannya persalinan secara caesar. Lagi pula seperti yang kita tahu, tindakan operasi pun menyimpan risiko tersendiri. Meski begitu, seorang ibu hamil harus selalu waspada. Jika ibu hamil merasakan adanya benjolan di seputar vagina, harus benar-benar dicek bagian dalam dan luarnya. Biasanya semakin tua usia kehamilan, varises akan semakin parah, karena bendungan dari rahim yang kian besar semakin kuat. Apalagi jika sebagian kepala janin sudah turun ke rongga panggul, aliran darah dari bawah ke atas semakin tidak lancar. Akhirnya, varises semakin membesar dan bertambah parah. Bila varisesnya masih ringan, berarti masih dapat menjalani persalinan dengan normal. Namun apabila terdapat banyak varisesnya atau diderita cukup berat, sebaiknya melahirkan dengan cara caesar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma atau laserasi jalan pada saat bayi lahir. Karena dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan ibu dan janinnya. Jadi Moms dan suami harus benar-benar mengetahui varises yang dialami, berat atau ringan supaya bisa mengambil keputusan persalinan yang tepat.
Semoga bermanfaat.
By: Noorhidayah Putri Utami
