Kelebihan Vitamin Ini Berbahaya untuk Ibu dan Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moms pasti pernah mendengar pernyataan bahwa di masa menyusui harus banyak makan yang bervitamin. Tapi, ternyata hal ini tidak berlaku untuk vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, K umumnya mengendap di hati dan jaringan lemak serta dapat masuk ke ASI. Kelebihan vitamin ini tidak hanya membahayakan kesehatan ibu, tapi juga bayi. Disarankan mengonsumsi vitamin tersebut dalam jumlah yang wajar dan tidak melebihi ambang batas yang disarankan.
Vitamin A
Vitamin A berguna untuk memelihara kesehatan sistem penglihatan, reproduksi, imun, dan pertumbuhan sel. Untuk wanita berusia 19-50 tahun, disarankan mengonsumsi 700 mikrogram vitamin A per hari. Untuk wanita hamil 770 mikrogram dan untuk wanita menyusui 1.300 mikrogram per hari. Tidak boleh melebihi 3.000 mikrogram per hari. Kelebihan Vitamin A dapat menyebabkan rambut rontok, bibir pecah-pecah, kulit kering, sering sakit kepala, dan tulang yang kurang kuat pada ibu dan bayi. Dan pada wanita hamil dapat menyebabkan bayi lahir cacat. Kelebihan Vitamin A dalam jangka panjang dapat merusak hati.
Vitamin D
Vitamin D membantu penyerapan kalsium sehingga bagus untuk memelihara kekuatan tulang dan gigi. Untuk wanita berusia 19-50 tahun, disarankan mengonsumsi vitamin D sebanyak 5 mikrogram per hari (atau biasa ditulis 2.000 IU). Untuk wanita hamil dan menyusui tidak perlu menambah konsumsi vitamin D. Tidak dianjurkan mengonsumsi vitamin D melebihi 50 mikrogram per hari karena dapat menyebabkan Hypercalcemia (kelebihan kadar kalsium dalam darah), gejalanya berupa mual, pusing, diare, muntah-muntah. Kelebihan vitamin D dalam jangka panjang dapat menyebabkan dehidrasi, batu ginjal, dan kerusakan ginjal.
Vitamin E
Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Untuk wanita berusia 19-50 tahun, dianjurkan konsumsi Vitamin E sebanyak 15 mikrogram per hari. Untuk wanita hamil tidak perlu dosis tambahan, untuk wanita menyusui dosisnya 19 mikrogram per hari. Tidak boleh melebihi 1.000 mikrogram per hari karena dapat menyebabkan masalah pendarahan terutama pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah. Vitamin E dalam jumlah banyak dapat menyebabkan otot lemah, mual, dan diare.
Vitamin K
Vitamin K berperan dalam pembekuan darah dan memelihara kesehatan tulang. Hingga saat ini, belum ada nilai ambang batas yang ditetapkan untuk vitamin K karena terbatasnya penelitian. Namun untuk wanita berusia 19-50 tahun, disarankan konsumsi vitamin K sebanyak 90 mikrogram per hari.
Jadi, Moms yang banyak mengonsumsi vitamin demi kualitas ASI juga mesti melihat kadarnya ya. Konsumsi dalam jumlah wajar bagus untuk kesehatan ibu dan bayi, tapi konsumsi berlebih justru merugikan kesehatan ibu dan bayi.
Semoga bermanfaat.
By: Kristiani Chen
