Konten dari Pengguna

Kenali Ciri-ciri Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi sakit (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi sakit (Foto: Thinkstock)

Jantung adalah organ tubuh manusia yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Oksigen dan nutrisi disuplai oleh darah sehingga tubuh bekerja dengan sebagaimana mestinya. Aliran darah juga dapat membantu menghilangkan sisa-sisa metabolisme tubuh.

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) diidap bayi yang memiliki kelainan struktur dan fungsi jantung saat dilahirkan. Proses terjadinya kelainan struktur dan fungsi jantung ini sudah berlangsung sejak janin masih berada dalam kandungan.

Jantung mulai terbentuk ketika janin berusia enam minggu. Pada mulanya, jantung masih belum sempurna tetapi sudah mulai berdenyut. Kelainan jantung bawaan berpotensi muncul apabila ada hal yang mengganggu pertumbuhan selama tahap kritis perkembangan jantung janin ini.

Down syndrome terjadi pada anak dengan kelainan kromosom dan sindrom tertentu. Anak-anak penderita down syndrome juga dapat memiliki kelainan jantung bawaan.

PJB ini dapat disebabkan karena ibu hamil berusia lebih dari 35 tahun, mengonsumsi rokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu saat hamil.

Resiko akan meningkat ketika hal-hal yang pantang untuk dikonsumsi ibu hamil ini ternyata dikonsumsi yang bersangkutan pada trimester awal. Kondisi ibu hamil yang terkena campak atau rubella pada trimester pertama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko bayi yang dilahirkan mengidap PJB.

Anak-anak dengan PJB ringan biasanya tidak memberikan gejala yang tampak. Gejala-gejala ini baru akan timbul saat dewasa. Namun, anak dengan PJB sedang hingga berat dapat menunjukkan gejala-gejala yang harus segera ditangani.

Berikut gejala anak dengan PJB sedang hingga berat:

  • Si Kecil mengalami sesak napas .

  • Mudah lelah terutama saat berolahraga.

  • Mengalami bengkak di kedua tungkai, Moms harus waspada dan segera berkonsultasi ke dokter anak.

  • Periksa juga bagian kuku, kulit, dan bibir si Kecil. Apabila bagian-bagian tersebut berwarna kebiruan, dikenal sebagai sianosis, maka sangat disarankan untuk segera membawa si Kecil periksa ke dokter.

  • Gejala lain yang mungkin terlihat adalah si Kecil tidak mampu menyusu dengan baik dan dalam waktu lama karena mudah sesak. Karena kurang ASI, pertumbuhan si Kecil dapat terhambat, bisa dilihat dari tinggi dan berat badan yang sukar naik.

  • Anak-anak yang diduga mengidap PJB juga dapat memperlihatkan gejala mudah dan sering terkena infeksi saluran napas.

Pengobatan PJB harus dilihat dari jenis dan tingkat keparahannya. Anak dengan kelainan jantung bawaan ringan sering kali tidak memerlukan terapi khusus. Beberapa lubang tertentu di jantung juga ada yang menutup dengan sendirinya seiring dengan waktu.

Ada beberapa kasus yang melibatkan pemberian obat-obatan tertentu untuk membantu penutupan lubang di jantung. PJB yang parah memerlukan operasi untuk penangannya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor