Kenali Tanda, Penyebab, dan Cara Menangani Bayi Kuning

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Beberapa dari bayi baru lahir pasti pernah mengalami kuning atau jaundice, bayi saya salah satunya. Saya sendiri sempat takut bayi saya harus stay di Rumah Sakit tempat saya bersalin karena kuning. Namun, setelah saya konsultasi dengan dokter anak dan tante saya yang kebetulan bidan, saya merasa lega, Moms. Nah, sebelum membahas alasan saya bisa merasa lebih lega, mari kita bahas tanda dan penyebab bayi kuning sesuai dengan apa yang saya alami.
Tanda bayi Moms menderita penyakit kuning diantaranya
- bagian putih mata berwarna agak kuning/kuning
- Jika hidung bayi dipencet dan kemudian dilepaskan, bekasnya akan berwarna kuning
- Bagian bawah bibir bayi juga berwarna kuning
- Lidah bayi berwarna kuning
- Kulit bayi juga berwarna kekuningan
- Bayi kelihatan lemas dan lesu
Beberapa penyebab bayi berwarna kuning adalah
- bayi menelan air ketuban
- Golongan darah ibu dan bayi berbeda, karena selama didalam kandungan, bayi masih menggunakan darah ibu sebagai perantara oksigen dan makanannya dan setelah lahir bayi langsung menggunakan darahnya sendiri
- Tingkat bilirubin ibu saat hamil tinggi
- Hati bayi belum mampu untuk mengeluarkan bilirubin berlebih dalam darah
- Beberapa bayi belum bisa menerima ASI dari ibu karena ASI belum keluar
Setelah mengetahui tanda dan penyebab bayi kuning diatas, ada beberapa alasan saya bisa merasa sedikit lega. Berikut penjelasan dari dokter anak dan bidan. Ternyata kuning pada bayi itu hal yang biasa. Bayi yang menderita kuning ringan tidak perlu untuk disinar karena kadar bilirubinnya akan luruh bersamaan dengan air seni, berak, dan keringat dalam beberapa minggu kelahirannya.
Sementara itu, untuk menangani bayi kuning, beberapa hal yang dapat Moms lakukan menurut dokter anak dan bidan adalah
- Sering menjemur bayi di pagi hari minimal selama 15 menit di bawah terik matahari pukul 08.00 - 09.00. Dalam menjemur bayi tidak perlu terkena langsung ya Moms, didalam rumah pun bisa asal kena panas dari sinarnya.
- Pastikan bayi tidak sampai dehidrasi. Jika ASI belum keluar, pastikan Moms mencari orang yang bisa mendonorkan ASI untuk bayi Moms.
- Jika kuning berlanjut dan tambah parah, segera periksakan ke dokter spesialis anak ya Moms
Semoga bermanfaat.
