Kenali Tanda Preeklamsia Pada Ibu Hamil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gejala preeklamsia biasanya muncul saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih (paling umum usia kehamilan 24-26 minggu), sampai tak lama setelah bayi lahir. Preeklamsia yang tidak disadari oleh sang ibu hamil bisa berkembang menjadi eklamsia, suatu kondisi medis serius yang mengancam keselamatan ibu dan janinnya.
Saat kehamilan anak pertama, saya tidak menyadari mengalami preeklamsia, karena awalnya tekanan darah saya normal, kadar protein dalam urin pun tergolong normal.
Namun mulai usia kehamilan 36 minggu, tekanan darah saya berangsur naik dan mengalami pembengkakan pada kaki dan telapak kaki. Pada saat menjelang persalinan normal tekanan darah saya semakin tinggi, sehingga persalinan harus segera dilakukan secara c-section.
Preeklamsia juga umumnya berulang pada kehamilan selanjutnya. Pada kehamilan anak kedua, saya juga mengalami preeklamsia. Namun karena saya sudah mengetahui adanya kemungkinan berulang, saya sudah berkonsultasi dengan dokter obgyn.
Penting bagi ibu hamil untuk selalu memeriksa tekanan darah secara rutin, jika ada tanda-tanda hipertensi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan.
Selain hipertensi, gejala lainnya dari preeklamsia adalah:
Sesak napas akibat cairan di paru-paru.
Sakit kepala parah.
Berkurangnya volume urine.
Gangguan penglihatan, misalnya pandangan hilang secara sementara, menjadi kabur, atau sensitif terhadap cahaya.
Mual dan muntah.
Rasa nyeri pada perut bagian atas (biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan).
Meningkatnya kandungan protein pada urine (proteinuria).
Gangguan fungsi hati.
Pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki, wajah, dan tangan.
Menurunnya jumlah trombosit dalam darah
Laju pertumbuhan janin yang melambat juga bisa menandakan sang ibu menderita preeklamsia. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan darah ke plasenta, sehingga janin mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi.
Sampai saat ini, penyebab utama preeklamsia masih belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli percaya bahwa preeklamsia diawali dengan adanya kelainan pada plasenta, yaitu organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi bagi bayi selama masih di dalam kandungan.
Semoga bermanfaat.
By: Nike Iswandi.
