Kenapa ASI Sedikit atau Tersumbat?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Analoginya seperti: payudara menghasilkan 100 ml per hari, tapi karena ASi tidak dikeluarkan, tubuh kita akan menerima signal "oh, ini bayi nyusunya sedikit, ngapain kita produksi banyak-banyak, kan tidak keminum juga. Yuk kita turunin produksinya jadi 80 ml aja." Yah lama-kelamaan produksi ASI jadi makin berkurang. Yang tadinya payudaranya keras kalau tidak dikeluarin, lama-lama akan lembek karena makin hari produksi ASI kian menurun. Sama halnya jika mau buat ASI jadi banyak ya Moms, kita harus rajin berikan signal ke tubuh kita kalau kita perlu ASI lebih banyak. Hal ini bisa dilakukan lewat pumping maupun menyusui. Kalau aku pribadi ketika lagi dapat, pasti produksi ASI menurun drastis. Kenapa? Karena hormonnya itu terbagi ketika sedang mens. Jadi banyak Mommies yang khawatir selama menyusui kok dia tidak mens? Sama ya Mommies, aku juga dapat ketika Dila berusia 9 bulan. Selama ASI masih banyak, mens akan tertunda. Tapi kalau ASI sudah sedikit baru kemudian wanita akan mulai mengalami mens. Jadi bukan mens yang menyebabkan ASI berkurang, melainkan krena ASI-nya sudah sedikit maka siklus mens dimulai.
Kalau faktor stres bagaimana?
Ini juga lumayan berpengaruh menurut aku. Kalau aku pusing karena kerjaan dan kecapean, aku merasa produksi ASI-ku menjadi sedikit. Jadi, booster alaminya yah harus happy ya Moms. Kalau aku kadang menyegarkan pikiran dengan shopping.
Kenapa produksi ASI rendah pada siang hari dan meningkat saat malam?
Karena hormon prolaktin bekerja maksimal ketika malam hari, makanya ASI bisa lebih lancar dan banyak. Makanya pumping itu tidak mengenal waktu dan jam, tengah malam pun harus siap. Ngantuk? Tentu sudah pasti, namanya juga pejuang ASI. Tetap semangat ya Moms!
Semoga bermanfaat.
By: Mala Sari.
