Kesalahan Memprediksi Jenis Kelamin Saat Awal Kehamilan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kesalahan Memprediksi Jenis Kelamin Saat Awal Kehamilan

Jadi waktu usia kandunganku memasuki 10 minggu (sekitar 2.5 bulan) di kehamilan kedua ini, aku pergi ke salah 1 dokter kandungan untuk cek rutin bulanan. Kebetulan dokter yang kukunjungi ini berbeda dengan dokter kandungan saat anak pertamaku. Lokasinya lebih dekat dengan rumah dan tidak terlalu ramai.
Saat kontrol kehamilan ini aku sebenernya ga expect bisa tahu jenis kelaminnya karena masih terlalu awal. Tapi ternyata dokter kandungan saat itu langsung mencoba memprediksi jenis kelamin bayi bahkan berani bilang kalau bayi aku 60% - 70% bayi laki-laki. Dari hasil USG-nya dia menunjukkan kalau ada area di kelamin bayi yang seperti calon penis. Padahal masih belum berbentuk menurutku.
Masih ragu sebenarnya karena masih di awal kehamilan banget. Aku juga cerita ke beberapa saudara dan keluarga kalau dokter sudah bisa lihat jenis kelaminnya. Dan ternyata saudaraku dan temannya juga punya beberapa pengalaman di dokter itu dan mereka selalu di bulan awal juga diprediksi kalau bayinya laki-laki, tapi ternyata pas semakin besar kandungan baru diralat kalau jenis kelaminnya adalah perempuan.
Akhirnya aku langsung pindah haluan balik ke dokter kandungan waktu anak pertama dulu dan di-USG lagi sekitar awal bulan ke 4 kehamilan. Dan benar ternyata jenis kelaminnya adalah perempuan. Sampai terakhir USG di week ke 28 dan sempat mencoba USG 4d sih masih sama hasilnya bayi perempuan.
Nah ini bukan karena jenis kelaminnya berubah ya, tapi karena dokternya yang salah baca hasil USG.
Ada beberapa faktor penyebab dokter bisa salah baca USG:
1. Usia kandungan yg tidak tepat, misalnya terlalu awal. Waktu yg baik yaitu saat usia kandungan 18-22 minggu.
2. Posisi bayi yg menutupi area kelamin.
3. Beberapa bagian tubuh bayi saat awal kehamilan mirip kelamin. Dokter bisa salah mengira tali pusat atau tulang ekor sebagai penis.
4. Alat USG kurang akurat so memang kalau mau akurat harus sabar tunggu hingga usia kandungan pas, atau lebih akurat lagi bisa dengan test darah (biasanya untuk cek apakah ada kelainan kromosom pada bayi tapi jadi sekaligus bisa tahu gender bayi)
5. Kurangnya kompetensi dokter untuk membaca hasil USG
