Konten dari Pengguna

Ketika Anak Terlahir Tidak Sempurna, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Anak Terlahir Tidak Sempurna, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Ketika Anak Terlahir Tidak Sempurna, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
zoom-in-whitePerbesar

Setiap orang tua di dunia pasti selalu berdoa agar anak-anaknya terlahir dan memiliki tumbuh kembang secara sempurna. Begitupun yang saya dan suami rasakan. Melihat anak-anak sehat dan ceria setiap hari, rasanya susah digambarkan dengan kata-kata. Tapi bagaimana jika harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan?

Anak kedua saya terlahir dengan kelainan pada alat kelaminnya. Kenyataan itu harus saya dan suamiku dengar sehari pasca persalinan. Dalam dunia medis dikenal dengan nama Hipospadia. Jangan ditanya ya moms, bagaimana perasaan saya dan suami. Bingung, takut, cemas, khawatir, deg degan, nangis, pokoknya sudah campur-campur.

Sebagai orang tua, saya dan suami merasa ada beban berat yang akan dihadapi. Mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela, semuanya sudah menjadi ujian dan kita harus semangat menghadapi dan melewatinya.

Saya mau share sedikit pengalaman saya dan menghadapi situasi seperti itu, antara lain:

1. Ikhlas menerima apapun yang terjadi

Menurut saya tameng pertama yang harus dilakukan adalah mengikhlaskan apa yang terjadi. Meratapi kesedihan berlama-lama tentu bukan solusi yang baik. Malahan akan membuat kita menjadi orang tua yang berputus asa dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk anak. Usahakan untuk berdamai dengan keadaan apapun, dengan begitu insyaAllah kita bisa melewatinya.

2. Banyak bertanya tentang pengalaman orang-orang yang merasakan hal yang sama

Hal ini sering saya dan suami lakukan. Bertanya ke orang-orang terdekat yang punya pengalaman yang sama. Setidaknya kita bisa semakin semangat kan moms kalau ternyata yang memiliki masalah itu bukan hanya keluarga kita tapi ternyata banyak orang di luar sana yang juga merasakan hal yang sama yang malahan mungkin jauh lebih menderita dibanding yang kita alami. Selain itu, dengan banyak bertanya kita bisa menentukan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan untuk penyembuhan anak kita ke depannya.

3. Saling menguatkan dengan suami

Semua masalah jika dihadapi secara bersama-sama pastinya akan menjadi lebih ringan. Saling mendukung dan menguatkan satu sama lain akan membuat kita lebih nyaman untuk menghadapi masalah apapun dalam keluarga.

4. Miliki mental sekuat baja

Hmmm, agak susah sih moms. Bawaannya mau mewek. Tidak bisa dan tidak mau membayangkan bagaimana jika suatu hari nanti anak saya harus menjalani pengobatan. Baru melihat jarum suntik saja sudah ngeri apalagi harus melihat anak kita yang akan disuntik. Tapi kembali lagi, kalau mental kita sebagai orang tua lemah bagaimana dengan anak kita, iya kan moms? Harus tetap semangat apapun yang terjadi.

5. Percayakan kepada Tim Medis

Anak saya belum tertangani secara medis karena menunggu hingga usianya cukup. Persiapan saya dan suami lebih kepada mempercayakan yang terbaik kepada tim medis. Mereka yang lebih tahu bidangnya. Biasanya kita sering menjumpai atau mungkin biasa melakukannya, kita protes ke perawat "jangan digituin sus, kasihan anaknya" "suntiknya hati-hati ya sus" Padahal perawatnya nggak ngapa-ngapain anak kita. Mereka sudah terlatih di bidangnya. Semoga bisa bekerjasama baik dengan tim medis demi kesembuhan anak kita.

6. Tetap ikhtiar dan berdoa

Banyak berusaha yang dibarengi doa adalah senjata paling ampuh. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, semuanya sudah diatur. Dan selalu ada solusi dari setiap masalah. Tetap semangat ya moms. Semoga anak-anak kita selalu sehat.