Konten dari Pengguna

Ketika Melahirkan Normal dengan Lilitan Tali Pusar

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Melahirkan Normal dengan Lilitan Tali Pusar
zoom-in-whitePerbesar

Sejak usia kandungan saya 7 bulan, dokter sudah bilang kalau ada lilitan tali pusar di leher janin. Tetapi lilitan tali pusar yang saya alami tidak begitu membahayakan.

Sampai usia kandungan 40 minggu, saya belum merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Kata dokter, hal yang membuat janin tidak juga turun pada posisinya karena lilitan tali pusar tersebut.

Meski sudah terlewat dari HPL (Hari Perkiraan Kelahiran), kondisi janin saya masih sangat bagus, sehingga saya masih mengupayakan untuk melahirkan secara normal. Hingga akhirnya pada usia kandungan 41 minggu 1 hari saya melahirkan seorang bayi perempuan dengan kondisi dua lilitan tali pusar di leher.

Tidak semua kasus bayi terlilit tali pusar harus melahirkan secara c-section (sesar) ya Moms. Berikut ini saya membagikan tips bagi ibu hamil yang memiliki lilitan tali pusar agar bisa melahirkan secara normal.

Tips Melahirkan Normal Bagi yang Memiliki Lilitan Tali Pusar

Memberi Afirmasi Kepada JaninSeringlah mengajak berbicara janin. Bayi itu pintar, bayi itu jenius, ia akan mengikuti apa yang Moms katakan. Percayalah, dia mendengar apa yang ibunya ucapkan.

YogaYoga ibu hamil juga dapat membantu janin agar segera turun ke posisinya. Saya mempraktikkan beberapa gerakan yoga setiap pagi dengan tujuan dapat melahirkan secara gentle.

RileksHal yang paling penting bagi ibu hamil adalah pikiran yang positif. Jika kita mengetahui adanya lilitan tali pusar, dan menganggap akan melahirkan secara c-section maka alam bawah sadar kita juga akan mengikuti. Berpikirlah positif dan rilekskan diri kita.

Semoga bermanfaat.

By: Nina Nurnawati