Konten dari Pengguna

Ketika si Kecil Harus Dioperasi karena Lambungnya Bocor

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika si Kecil Harus Dioperasi karena Lambungnya Bocor
zoom-in-whitePerbesar

Hai Moms, Mamak mau berbagi pengalaman melahirkan Kilau--buah hati mamak--yang qodarullah lahir dengan ujian.

Kilau lahir di usia kandungan saya 36 minggu lebih 3 hari, dokter kandungan bilang, ini termasuk kondisi melahirkan prematur. Sedih? Banget, tapi Kilau harus dilahirkan dengan cepat, karena kondisi darurat.

Tubuh Kilau sudah tidak mampu menyerap zat gizi dari ibunya selama di dalam kandungan. Berat badan janin (BBJ) tidak baik 100 gram pun selama dua minggu. Ukuran janin Kilau berhenti di 2 kilogram saja di usia kehamilan yang sudah 36 minggu. Tentu, berat badan Kilau sangat kurang.

Sebelum melahirkan, saya dirujuk ke RSCM, dan saya bertemu dokter kandungan spesialis Fetomaternal yang dapat memberikan rekomendasi medis tentang kondisi medis kehamilan saya. Hasilnya, pertumbuhan Kilau sudah tidak optimal di dalam rahim saya, maka harus segera dilahirkan.

Kesembuhan anak kami seperti keajaiban bagi kami.

Singkat cerita, kami kembali ke dokter kandungan langganan di Bogor dan memberikan hasil pemeriksaan kandungan saya dari RSCM. Saya pasrah dan mencoba ikhlas, apa pun proses melahirkan yang akan saya jalani, toh saya tetap akan menjadi ibu. Kami datang ke rumah sakit memberikan hasil pemeriksaan dari RSCM, lalu menjalani Cito Caesar atau caesar karena kondisi darurat.

Proses operasi berjalan lancar. Akhirnya, pekikan tangis pertama kali bisa saya dengarkan. Masyaallah. Tapi kebahagian kami tidak berlangsung lama, karena Kilau harus masuk ke ruang perawatan bayi sakit.

Suhunya rendah, badannya menggigil terus-menerus. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pun tak bisa saya lakukan. Kondisi Kilau tak juga membaik, hingga satu hari setelah lahir, Kilau dipindahkan dari ruang bayi sakit ke ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Jangan tanya perasaan ibunya, karena sudah pasti porak-poranda.

Kilau pun tiga hari di NICU, tapi kondisinya tak juga membaik. Perutnya kembung. Lalu setelah melalui rontgen, Kilau dirujuk ke RS yang memiliki dokter spesialis bedah anak. Akhirnya, Kilau dibawa dari Bogor ke Depok dengan menggunakan ambulans. Menembus kemacetan jalan, membawa segudang ketakutan bagi saya, ibunya.

Sesampainya di RS Bunda Margonda Depok, Kilau melalui serangkaian pemeriksaan di IGD, lalu dokter langsung meminta kami selaku orang tua Kilau untuk menandatangani surat persetujuan operasi.

Kilau harus segera dioperasi karena lambungnya bocor. Kebocoran lambung itulah yang membuat perutnya kembung. Kilau sudah kesulitan bernapas, kondisinya semakin lemah. Saya dan suami tak pikir panjang. Kami serahkan segala tindakan terbaik yang dilakukan RS untuk anak kami tercinta, dan berharap anak kami segera sembuh.

Alhamdulillah, operasi berjalan lancar, Kilau masuk kembali ke ruang NICU untuk pemulihan. Namun di hari kelima pemulihan perut Kilau kembung lagi. Setelah melalui hasil rontgen rupanya lambungnya bocor lagi. Subhanallah.

Akhirnya kami diminta untuk menandatangani surat persetujuan operasi kedua untuk Kilau. Kami tak punya waktu berpikir banyak, dengan sigap suami langsung menandatangani surat tindakan operasi Kilau.

Padahal di sisi lain, kami sudah kehabisan biaya, asuransi sudah mencapai limit. Maka kami berserah sepenuhnya pada Allah. Semoga kami masih diberi kesempatan menjadi orang tua yang baik untuk Kilau.

Alhamdulillah, operasi kedua berjalan lancar. Kilau memasuki masa pemulihan kembali. Di hari ketiga masa pemulihan, kondisi Kilau terus membaik. Akhirnya, setelah tiga minggu dirawat di NICU, Kilau bisa pulang. Ia pun berhasil menengguk Air Susu Ibu (ASI) pertamanya.

Selama menjalani perawatan, Kilau sama sekali tidak boleh minum, karena sistem pencernaannya belum stabil. Dia diberi cairan dari selang infus yang terpasang di tubuhnya. Di perut anak kami ada dua bekas jahitan operasi yang mungkin tak akan hilang. Tak apa, mungkin ini sebagai tanda bahwa Kilau adalah pejuang cilik yang tangguh.

Ilustrasi Bayi Baru Lahir Foto: Pixabay

Kesembuhan anak kami seperti keajaiban bagi kami. Doa dari para kerabat yang terus berdatangan, dukungan moral, dan materi terus kami terima. Banyak yang sayang sama Kilau. Sehat-sehat terus ya, Nak.

Smoga cerita ini bisa menginspirasi untuk para ibu yang anaknya sedang berjuang di NICU. Teruslah berdoa, teruslah berharap pada Allah akan kesembuhan si Kecil, ya Moms.