Ketika Suamiku Cemburu dengan si Kecil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ketika Suamiku Cemburu dengan si Kecil
Generasi 90-an pasti tahu mainan tamagotchi. Jadi mainannya seperti peliharaan, ukuran kecil, bisa dibawa ke mana-mana, bisa diberi makan, bisa pup, bisa mainan, dll. Nah kalau kata kakak sepupu saya, punya bayi itu seperti main tamagotchi, tapi tidak bisa di-pause.
Benar sekali Moms! Mengurus bayi baru lahir itu memang tidak ada habisnya. Bangun pagi, minta susu, mandi, lalu minta susu lagi, habis susu, bayi pup, minta susu, tidur lagi, nanti pup lagi dan seterusnya. Sehari bisa pup sampai 10x lebih. Belum lagi masih harus membereskan pekerjaan rumah. Sangat menyita waktu dan tenaga, apalagi Moms yang tidak pakai nanny seperti saya.
Nah waktu itu karena terlalu sibuk, sampai tidak punya waktu untuk urus suami. Jangankan mengurus suami, mau mandi saja harus menunggu anak tidur & mandi kilat karena tidak tenang meninggalkan bayi di kamar sendirian.
Akibatnya? Suami jadi cemburu dengan bayi. Cemburu karena biasanya perhatian saya hanya untuk suami, sekarang jadi berkurang banyak dan teralih untuk bayi. Komunikasi saya dengan suami juga lebih berkurang, karena Vonn sangat peka dengan suara, jadi kalau Vonn tidur, kami sudah tidak bisa bebas ngobrol.
Bahkan suami sampai tidak mau Vonn ditidurkan di tengah di antara suami & saya, maunya saya yang di tengah. Alasannya karena takut nanti Vonn tertindih, tapi belakangan suami bilang, kalau Vonn di tengah, jadi terasa jauuuuhh sekali dengan saya.
Rasanya lucu lihat suami yang cemburu, tapi rasa cemburu berlebihan pada bayi ini bisa jadi salah satu tanda baby blues pada suami.
Nah untuk mengatasinya, saya jadi bangun lebih pagi supaya bisa tetap menyiapkan keperluan suami sebelum bekerja. Selain itu, penting juga untuk melibatkan suami dalam mengurus bayi. Misalnya mengganti popok atau memandikan saat weekend. Jadi saya ada waktu untuk memasakkan masakan favorit suami & suami juga lebih dekat ke bayi sehingga rasa cemburu ke bayi semakin memudar.
