8 Kiat Agar Si Kecil Mendengarkan Orang Tua

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak-anak sama saja seperti kita semua. Mereka tidak selalu mendengarkan perkataan orang lain. Di usia mereka, mereka membutuhkan Moms untuk mengajari mereka cara memperhatikan.
“Tetapi yang sering terjadi adalah bahwa orang tua mengatakan sampai 10 kali, lalu mereka mulai menghitung sampai saatnya menjatuhkan hukuman,” kata Roni Leiderman, dekan asosiasi Pusat Keluarga di Nova Southeastern University di Fort Lauderdale, Florida.
Perbuatan seperti itu, kata Leiderman, tidak mengajarkan seorang anak untuk mendengarkan. Perilaku ini mengajarkan kepadanya bahwa dia dapat mengabaikan Moms 10 kali pertama ketika Moms mengatakan sesuatu dan hanya memerhatikan ketika Moms mulai kehilangan kesabaran.
Nah, Moms bisa melakukan kiat-kiat berikut untuk membuat si Kecil mau mendengarkan perkataan orang tuanya. Simak ya.
1. Lakukan kontak mata
Setiap orang tua menyadari dengan cepat atau lambat bahwa berteriak marah dengan posisi berdiri (sehingga anak tidak dapat melihat orang yang berbicara) atau berada di kamar lain jarang memiliki efek yang diinginkan.
Jongkok atau angkat si Kecil agar Moms bisa menatap matanya dan mendapatkan perhatiannya. Kontak mata penting dan berfungsi efektif ketika Moms berhadapan dengan si Kecil. Dia akan mendengarkan lebih intensif jika Moms berada di dekatnya saat Moms menyuruhnya melakukan pekerjaan rumah.
2. Sampaikan dengan jelas
Nyatakan apa yang ingin Moms sampaikan dengan jelas, sederhana, dan tenang. Si Kecil akan kehilangan perhatiannya jika Moms terlalu lama membicarakan topik tersebut.
Sulit untuk menemukan inti dari pesan yang bertele-tele seperti “Di luar sangat dingin, dan akhir-akhir ini kamu sakit. Jadi, Ibu ingin kamu mengenakan sweater-mu sebelum kita pergi ke toko.”
Adalah baik untuk memberikan si Kecil pilihan tetapi pastikan Moms tidak keberatan dengan semua opsi yang Moms tawarkan, batasi hanya dua pilihan. Dengan membiarkan si Kecil membuat pilihan terbatas, dia akan merasa memiliki kekuatan.
3. Laksanakan apa yang Moms katakan
Jangan membuat ancaman atau janji jika Moms tidak akan melakukannya. Pastikan suami juga mengetahui aturan yang Moms buat dan menghormatinya sehingga tidak ada kesalahpahaman maupun perselisihan.
Jika ada ketidaksepakatan, diskusikanlah tentang apa yang perlu dikatakan atau dilakukan kepada si Kecil ketika masalah tersebut muncul lagi.
4. Perkuat pesan Moms
Moms mungkin perlu menindaklanjuti aturan dengan tindakan nonverbal seperti memberikan isyarat visual, isyarat fisik, dan demonstrasi. Misalnya, berikan isyarat visual menjentikkan jari ketika menyuruh si Kecil tidur.
Letakkan tangan di bahu si Kecil ketika memintanya meninggalkan bonekanya agar dia melihat ke arah Moms. Atau antar dia ke tempat tidur, berikan selimut, dan atur bantalnya ketika Moms menginginkan dia untuk segera tidur malam.
5. Beri peringatan
Berikan si Kecil pemberitahuan terlebih dahulu sebelum perubahan besar akan terjadi, terutama jika dia senang terlibat dengan mainan atau teman. Sebelum Moms siap untuk meninggalkan rumah, katakan “Kita akan pergi dalam beberapa menit. Ketika Ibu memanggilmu, itu saatnya untuk keluar dari kotak pasirmu dan mencuci tanganmu.”
6. Berikan pernyataan instruktif dan buatlah hal itu menyenangkan
Leiderman menyarankan kepada para orang tua untuk memberikan tugas-tugas realistis dan menyampaikannya dengan menyenangkan. Memberikan perintah dengan berteriak dapat membuahkan hasil tetapi tidak ada yang akan menikmati prosesnya.
Sebagian besar anak merespons dengan baik ketika Moms memperlakukan mereka dengan humor yang baik dan penuh percaya diri. Jika Moms menunjukkan rasa humor, kasih sayang, dan kepercayaan kepada si Kecil ketika berbicara kepadanya, dia akan mendengarkan karena si Kecil akan tahu bahwa Moms mencintainya dan menganggapnya istimewa.
7. Jadilah teladan yang baik
Anak-anak akan menjadi pendengar yang lebih baik jika Moms juga melakukan hal yang sama. Biasakan untuk mendengarkan si Kecil dengan penuh hormat seperti yang Moms lakukan ketika mendengarkan orang dewasa.
Lihatlah dia ketika dia berbicara kepada Moms, tanggapi dengan sopan, dan biarkan dia selesai berbicara tanpa menginterupsinya.
8. Pujilah si Kecil ketika melakukan sesuatu dengan benar
Seberapa sering Moms berbicara kepada si Kecil tentang apa yang salah dia lakukan? Maukah Moms mendengarkan seseorang, seperti atasan Moms di kantor, yang hanya memberikan umpan balik negatif kepada Moms?
Si Kecil lebih cenderung mendengarkan ketika Moms memerhatikan perilaku baik dan mengomentarinya. Misalnya, “Kamu sayang sekali kepada hewan peliharaanmu, Ibu bangga padamu!”
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
