Kiat-kiat Mencegah si Kecil Terbiasa Posisi Duduk W

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kiat-kiat Mencegah si Kecil Terbiasa Posisi Duduk W
Posisi duduk W didefinisikan sebagai duduk dengan kedua kaki ditekuk pada lutut dan melebar ke samping. Kaki seseorang yang duduk dengan cara ini akan terlihat seperti huruf “W” jika dilihat dari atas. Banyak balita yang duduk dengan posisi seperti ini dan terlihat sangat nyaman bahkan puas. Namun, kebiasaan duduk seperti ini dapat memiliki beberapa konsekuensi yang besar dan kuat terhadap perkembangan motorik halus bagian kaki si Kecil di masa datang.
Dampak negatif posisi duduk W
Ada empat dampak negatif dari membiarkan si Kecil mengembangkan kebiasaan duduk dengan posisi W. Jika posisi duduk W menjadi posisi yang disukai si Kecil, itu bisa mengganggu perkembangannya di beberapa bidang utama, termasuk:
1. Kontrol postural
Anak-anak membutuhkan kontrol postur untuk menguasai keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Selain menstabilkan gerakan tubuh besar, kontrol postural menyediakan dasar yang kokoh untuk gerakan halus tangan, jari dan mata. Tanpa kontrol postur tubuh yang baik, sulit bagi anak-anak untuk makan sendiri, menggunakan gunting, mewarnai, bahkan belajar membaca. Posisi duduk W membuat si Kecil tidak perlu menggunakan otot intinya untuk tetap tegak karena menyediakan basis dukungan yang begitu luas. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan inti tubuh lemah dan kontrol postur tubuh yang buruk.
2. Koordinasi bilateral
Melintasi garis tengah tubuh dengan menggapai lengan di seluruh tubuh adalah kunci untuk mempelajari cara menggunakan kedua sisi tubuh dengan cara yang berbeda secara bersamaan. Karena posisi W menciptakan alas yang begitu lebar dengan kaki, maka sulit bagi si Kecil untuk memutar bagian bawah kakinya dan melakukan gerakan lintas-tubuh. Ini juga dapat mengganggu pengembangan tangan yang dominan karena dia dapat menggunakan kedua tangan dengan posisi yang sama, alih-alih melintasi garis tengah tubuh untuk menggunakan satu tangan yang disukai.
3. Keseimbangan
Salah satu cara anak-anak belajar bagaimana menyeimbangkan tubuh mereka adalah dengan menggeser berat badan mereka saat duduk. Apabila si Kecil mempunyai kebiasaan posisi duduk W, dia hanya butuh sedikit usaha untuk mengubah titik berat tubuh karena posisi itu menjaga tubuh dalam satu posisi yang stabil.
4. Perkembangan ortopedi
Posisi duduk W memberikan tekanan yang tidak wajar pada pinggul, kaki, dan tumit si Kecil yang sedang tumbuh. Ini dapat menyebabkan masalah ortopedi. Posisi duduk W sangat bermasalah untuk anak-anak dengan masalah ortopedi yang sudah ada sebelumnya.
Cara mendorong si Kecil mengubah kebiasaan posisi duduk W
Untuk mencegah kebiasaan duduk dengan posisi W, arahkan si Kecil ke posisi yang lebih ramah lingkungan untuk perkembangan fisiknya. Perlihatkan atau ingatkan dia cara duduk dengan cara lain.
Berikut adalah alternatif posisi duduk yang bisa Moms ajarkan kepada si Kecil:
• Kaki bersilang: Lutut ditekuk, kaki menyilang di depan tubuh, kaki terselip di bawah kaki.
• Kaki di depan: Kaki lurus dan sejajar satu sama lain, menjulur di depan tubuh.
• Kaki ke samping: Lutut ditekuk, kedua kaki di satu sisi tubuh. Dorong kedua sisi kanan dan kiri posisi duduk untuk meningkatkan perkembangan kedua sisi tubuh.
• Duduk di bangku rendah atau menggunakan meja dan kursi khusus balita sangat membantu anak-anak dengan preferensi kuat untuk duduk dengan posisi kaki membentuk huruf “W”.
Hubungi dokter anak, terapis fisik pediatrik, terapis okupasi apabila Moms mendapati tanda dan gejala berikut pada si Kecil:
• Tetap bersikeras duduk dengan posisi W meskipun Moms sudah berusaha mencegahnya
• Berjalan pincang
• Kelemahan otot
• Kecanggungan yang konsisten
• Perkembangan motorik kasar atau halus tertunda
