Konten dari Pengguna

Kiat-kiat Tetap Menyusui Selama Terkena Mastitis

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kiat-kiat Tetap Menyusui Selama Terkena Mastitis

Kondisi peradangan payudara yang menyakitkan disebut mastitis. Kondisi ini sangat umum dialami oleh ibu menyusui di awal-awal bulan lahirnya si Kecil. Namun, ibu menyusui dapat mengembangkan kondisi ini kapan pun termasuk setelah menyapih si Kecil.

Meskipun Moms sedang menderita mastitis, adalah benar-benar aman untuk tetap menyusui si Kecil. Faktanya, menyusui bisa membantu meredakan gejala mastitis yang Moms derita.

Menyusui bisa sangat menyakitkan ketika Moms menderita mastitis, tetapi sangat penting untuk membantu merawat kondisi ini dan menjaga persediaan ASI Moms. Menyusuilah sesering dan selama si Kecil mau. Usahakan setiap dua jam sekali untuk menjaga payudara yang terkena tetap kosong.

Kiat-kiat meredakan gejala mastitis

• Oleskan kompres hangat pada payudara yang terkena hingga tiga menit sebelum dan selama setiap menyusui. Alternatifnya, Moms dapat mandi air panas sebelum menyusui. Ini dapat merangsang refleks let-down dan membuat sakit selama menyusui lebih bisa ditoleransi.

• Setiap waktu menyusui tiba, mulailah menyusui pada payudara yang sakit dan kosongkan sampai benar-benar kosong. Jika payudara keras, Moms mungkin perlu memompa atau mengeluarkan ASI yang cukup untuk melembutkan payudara sehingga si Kecil dapat menyusu dengan mudah.

• Pastikan si Kecil diposisikan dengan benar dan mulutnya mengait ke jaringan payudara sebanyak mungkin.

• Variasikan posisi menyusui selama setiap sesi untuk membantu Moms mengosongkan payudara sepenuhnya.

• Jika si Kecil tidak mengosongkan payudara yang meradang selama menyusui, pompalah ASI yang tersisa dengan tangan.

• Jika menyusui tidak tertahankan sakitnya, pompa payudara Moms dan berikan ASI kepada si Kecil dalam botol. Meski begitu, cobalah untuk menyusui kapan saja karena si Kecil dapat mengosongkan payudara Moms lebih efisien daripada alat apa pun.

Bahkan jika mastitis yang Moms alami ringan dan sembuh dengan cepat, penting untuk berbicara dengan konsultan laktasi atau spesialis menyusui lainnya tentang seberapa efektif si Kecil menyusu, sehingga masalahnya tidak kembali lagi.

Cara mengobati gejala mastitis di rumah

• Banyaklah beristirahat. Rencanakanlah untuk tetap di rumah, di tempat tidur dan beristirahat sebanyak mungkin. Mintalah orang lain untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan batasi tamu yang datang menjenguk. Mintalah keluarga dan kerabat untuk membantu agar Moms dapat beristirahat sepenuhnya dan pulih.

• Gunakan kompres dingin atau cold pack pada payudara di antara waktu menyusui untuk meredakan nyeri dan pembengkakan. Meski begitu, jangan sekali-kali mengaplikasikan kompres dingin langsung ke kulit karena dapat menyebabkan kerusakan kulit. Bungkus dengan kain atau handuk bersih sebelum digunakan.

• Pijat lembut payudara Moms dari area yang bengkak ke arah puting susu.

• Minum obat pereda nyeri payudara, nyeri otot, dan demam seperti acetaminophen atau ibuprofen.

• Hilangkan tekanan pada payudara Moms. Pakailah bra longgar atau tidak memakai bra. Jangan tidur tengkurap atau membiarkan bayi beristirahat di dada.

• Dapatkan dukungan baik medis maupun emosional dari berbagai pihak.

Kiat-kiat mencegah mastitis

• Jaga diri, banyak istirahat, dan makan makanan sehat serta seimbang. Moms lebih rentan terhadap penyakit saat kondisi tidak fit.

• Hindari membiarkan payudara menjadi terlalu penuh. Jika payudara Moms terasa penuh atau keras di antara sesi menyusui, pompa dengan tangan ASI tersebut. Jika saluran susu Moms tersumbat, berikan kompres hangat dan pijat payudara dengan lembut.

• Mintalah bimbingan dokter dan konsultan laktasi jika si Kecil mengalami kesulitan menyusui sebab payudara Moms bisa membesar.

• Waspadai perubahan jadwal menyusui. Jika Moms tiba-tiba berhenti menyusui, payudara Moms bisa membesar sementara tubuh Moms menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Alih-alih berhenti menyusui secara tiba-tiba, secara bertahap kurangi waktu selama menyusui yang ingin Moms hilangkan. Jika si Kecil mulai menyusu lebih sedikit karena tumbuh gigi, pilek, memulai makanan padat, atau tidur lebih lama, Moms mungkin perlu memompa untuk mengurangi rasa penuh pada payudara.

• Jangan memakai bra atau baju yang ketat. Pastikan bra yang dikenakan pas. Jika ada area merah di kulit Moms saat melepas bra setelah memakainya sepanjang hari, itu artinya bra yang Moms kenakan terlalu ketat. Jangan mengenakan bra underwire atau strapless atau pakaian renang ketat. Kenakan atasan longgar. Posisikan tas atau diaper bag sedemikian rupa sehingga tali tidak menekan payudara Moms.

Demikianlah kiat-kiat agar Moms tetap nyaman menyusui si Kecil selama terkena mastitis. Semoga membantu.