Kiat Sukses MPASI menurut DSA

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kiat Sukses MPASI menurut DSA
Apakah Moms disini ada yang akan memulai atau bahkan sudah memulai MPASI? Gimana rasanya? Deg-degan sekaligus antusias ya pastinya. Deg-degan apakah si kecil bisa menerima makanan selain ASI. Antusias karena banyak sekali kreasi menu MPASI 4 kuadran yang siap dieksekusi. Ditambah lagi dengan peralatan MPASI yang inovatif dengan desain lucu-lucu.
Sebelum memulai MPASI, saya sempatkan konsultasi terlebih dahulu ke DSA Nara. Beliau menjelaskan bahwa kunci utama sukses MPASI itu bukan dari variasi menunya, pilihan peralatannya, tapi justru dari prosesnya. Nahloh! Jadi gimana sih caranya supaya si kecil bisa sukses MPASI?
1. Buat jadwal makan
Beliau membuatkan jadwal makan untuk MPASI 6-8 bulan. Untuk minggu pertama pk 08.00 snack buah/biskuit bayi, pk 12.00 bubur. Untuk minggu kedua pk 08.00 snack buah/biskuit bayi, pk 12.00 bubur, pk 16.00 snack buah/biskuit. Untuk minggu ketiga sampai usia 8 bulan pk 08.00 snack buah/biskuit bayi, pk 12.00 bubur, pk 16.00 snack buah/biskuit, pk 20.00 bubur. Sisa diluar jadwal makan berikan ASI/Sufor.
Batasi waktu makan paling lama 30 menit. Kalau makanannya belum habis? Tetap disudahi ya Moms. Kenapa? Kan sayang? Menurut DSA Nara ini penting untuk mengajarkan rasa lapar dan kenyang. Agar saat memasuki jadwal makan selanjutnya, si kecil dapat merasa lapar dan menghabiskan makanannya. Lalu bagaimana kalau si kecil terlambat mendapat snack pagi, apakah jadwal makan yang lainnya ikut bergeser? Jawabannya tidak. Tetap disiplin ikuti jadwal makan. Tujuannya untuk membiasakan jadwal makan si kecil teratur. Moms disini pasti happy dong lihat si kecil makan lahap? Kuncinya: disiplin dan konsisten pada jadwal.
2. Atur tekstur
DSA Nara juga menjelaskan tentang konsistensi (tekstur) makanan. Untuk minggu pertama buat agak encer. Minggu kedua agak sedikit kental. Minggu ketiga sampai 8 bulan lebih kental. Pengaturan konsistensi makanan ini sangat penting untuk menstimulus area oromotor (otot daerah mulut dan pencernaan) si kecil, yang dapat membantu perkembangan kemampuan makan dan bicaranya.
3. Biasakan si kecil makan dengan posisi duduk tanpa terdistraksi gadget atau mainan
Jangan menyuapi si kecil sambil digendong, karena beresiko tersedak. Pastikan si kecil menikmati proses makan dengan baik tanpa distraksi, agar dia dapat cepat mengenali aroma, rasa, dan tekstur makanan yang (sekali lagi) mempengaruhi stimulus area oromotor si kecil. Sulit memang, tapi demi si kecil ini wajib dicoba.
4. Jangan paksa si kecil untuk membuka mulutnya
Jika si kecil mulai menutup mulutnya atau menangis maka itu tanda kita harus berhenti menyuapi makanan. Kenapa? Bisa jadi si kecil sudah kenyang, bosan atau tidak suka dengan menu makanannya, bahkan bisa karena ya sudah tidak mood saja :) Memaksa si kecil membuka mulutnya bisa berdampak buruk kedepannya. Ada yang jadi takut dengan sendok, baru lihat Moms membawa sendok saja si kecil bisa langsung menangis bahkan pergi menjauh. Dampaknya si kecil akan susah makan dan menyebabkan kenaikan berat badannya seret. Jangan sampai ya Moms.
5. Harus benar-benar sabar
Klasik ya? Tapi nyata adanya. Kalau Moms mulai kesal lihat tingkah si kecil yang moody, cukup ingat there's always rainbow after the storm, nanti juga si kecil bisa makan sendiri, dan Moms akan kangen setengah mati.
Sekali lagi, kunci utama dari MPASI bukan dari seberapa banyak variasi menu makanannya, seberapa canggih peralatannya, seberapa banyak makanan yang bisa dihabiskan, tapi justru dari kesanggupan Moms dan si kecil melewati prosesnya. Jika medannya sudah ditaklukan, mau dengan menu homemade atau fortified, peralatan elektrik atau manual, semua bisa meningkatkan nafsu makan dan berat badan si kecil.
Saya pun sedang berjuang melewati proses ini. Kita sama-sama belajar ya Moms. Semoga bermanfaat :)
