Konten dari Pengguna

Kimia Berbahaya pada Skincare yang Harus Dihindari

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kimia Berbahaya pada Skincare yang Harus Dihindari
zoom-in-whitePerbesar

Hi Moms, saya seorang mama beranak satu. Sejak punya baby, saya jadi banyak mencari informasi soal kesehatan, terutama mencari cara sehat yang tanpa bahan kimia berbahaya. Tentunya semua Moms di sini juga berpikiran sama ya, kita mau yang aman aja buat anak dan keluarga.

Dari ikut kelas kesehatan dan berbagai sumber saya mendapat info bahwa apa yang kita oles di kulit 60% masuk ke tubuh kita. Dan ternyata baby dan anak-anak punya daya serap 40–50% lebih banyak daripada orang dewasa. Sehingga mereka lebih berisiko tinggi kena penyakit di masa yang akan datang jika terpapar bahan kimia terus menerus.

Penyakit apa ya yang bisa muncul? Alergi kulit, masalah belajar, masalah kesuburan, cacat lahir bahkan kanker.

Kimia Berbahaya pada Skincare yang Harus Dihindari (1)
zoom-in-whitePerbesar

Beberapa bahan kimia berbahaya yang sering ada di sekitar kita

  • Parabens (Metyl, Butyl, Ethyl dan Propyl)Parabens adalah pengawet dan pembunuh kuman yang digunakan supaya produk tahan lama dan tidak mudah rusak.Ditemukan: di produk skincare, lotion, cream, tisu basah, deodorant dan farmasi.Pengaruh di tubuh: Pemakaian rutin dapat menyebabkan gangguan endokrin, kanker kulit dan mengganggu kesuburan. Sudah dilarang di Jepang, Swedia dan sedang direview di UK.Solusi: Carilah produk yang Parabens free.

  • PhtalatesPhtalates digunakan sebagai pelunak plastik PVC dan sebagai media campur dalam kosmetikDitemukan: di pembersih, lotion, body spray, deodorant dan kemasan plastikPengaruh ke tubuh: Karsinogen, menurunkan jumlah sperma, birth defect, early puberty pada anak perempuan. Sudah dilarang di Eropa.Solusi: Hindari pemakaian kemasan plastik, cari produk yang Phtalates free

  • SLS (Sodium Laureth Sulfate)SLS berfungsi untuk menghilangkan noda minyak dan menimbulkan banyak busa. Dalam jumlah besar sering digunakan untuk pembersih mesin dan shampoo mobil.Ditemukan: di sabun, shampoo, odol, conditioner dan produk pembersih sehari hariPengaruh ke tubuh: Iritasi kulit, rambut rontok, iritasi mata dan sariawan.Solusi: Ganti sabun mandi keluarga dengan produk home made yang free SLS atau cari produk organik yang minim SLS.

  • Synthetic FragrancePewangi sintetis untuk mengharumkan produk. Sering digunakan bersama dengan PhtalatesDitemukan: di semua skincare, sabun, shampoo, pewangi ruangan, pewangi mobil, dan sebagainyaPengaruh ke tubuh: Berdasarkan penelitian di tahun 1986 oleh National Academy of Science, 95% bahan dasar synthetic fragrance berasal dari olahan minyak bumi, benzene derivatives, aldehyde, toluene yang dapat menyebabkan kanker, cacat lahir, central nervous system dan alergi.Solusi: Cek label ketika membeli produk buat keluarga Anda, hentikan pemakaian parfum, pewangi ruangan dan pewangi mobil yang berasal dari synthetic fragrance. Bisa beralih ke essential oil untuk aroma natural yang sehat.

  • TalcTalc atau Talcum adalah mineral bahan tambang yang sebenarnya digunakan secara luas di berbagai industri. Dalam industri kosmetik juga digunakan pada bedak, eye shadow, blush on. Fungsinya melembabkan, mengurangi nyeri akibat gesekan, menyerap minyak, membantu mengurangi ruam.Pengaruh ke tubuh: Pada penambangan, mineral talc sering tercampur dengan asbestos yang merupakan bahan serat fiber. Asbestos ini dapat menyebabkan kanker, ganguan saluran nafas. Pemakaian bedak yang berlebihan juga dapat menyumbat pori-pori kulit.Solusi: Gunakan talc free powder.

Masih banyak bahan kimia berbahaya lainnya. Yuk Moms baca label ingredients (daftar komposisi bahan) di label produk yang kita pakai dan hindari bila ada bahan kimia berbahaya. Mari bersama kita belajar untuk memilih produk yang natural dan tidak berbahaya untuk keluarga.

Semoga bermanfaat.

By: Debrina I Singgih

Copyright by Babyologist