Konten dari Pengguna

Kisahku Menghadapi Campak Jerman Saat Menyusui

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi campak Jerman.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi campak Jerman.

Campak Jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya.

Campak Jerman memiliki nama lain rubella, sangat berbahaya jika terkena pada ibu hamil. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk vaksinasi campak saat ingin menjalankan program hamil.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika terkena rubella atau campak Jerman pada ibu menyusui?

Ternyata, setelah saya membaca beberapa referensi mengenai rubella, itu berbahaya jika terkena pada ibu hamil dan bayi new born. Ibu menyusui boleh tetap menyusui bayinya jika terkena rubella, namun harus memakai masker ketika hendak melakukan kontak dengan bayi untuk meminimalisasi kemungkinan penularan. Bahkan dengan menyusui, ibu dapat menyalurkan antibodi kepada bayinya.

Apa saja gejalanya?

1. Demam dan sakit kepala.

2. Pembengkakan pada kelenjar getah bening di belakang telinga.

3. Muncul ruam merah selama 3 hari (dan dapat hilang dengan sendirinya ketika diobati).

Lalu bagaimana pengobatannya?

1. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, kurangi aktivitas dan stres, hindari panas-panasan.

2. Pengobatan dengan obat anti virus (yang sifatnya seperti antibiotik, dan harus dihabiskan).

Bagaimana tindakan pencegahan terhadap penularan kepada bayi?

1. Vaksinasi bayi sesuai jadwal.

2. Lakukan kontak seminim mungkin dengan bayi hingga benar-benar pulih.

3. Gunakan masker saat melakukan kontak dengan bayi.

4. Hindari mencium bayi atau makan dengan alat makan yang sama dengan bayi.

5. Berikan makanan bergizi untuk bayi (jika bayi sudah MPASI).

Terakhir, bagaimana pencegahan supaya tidak terkena rubella untuk ibu menyusui?

1. Vaksinasi.

2. Pola hidup sehat dan pola makan sehat.

3. Hindari kontak dengan penderita.

4. Bila perlu, tingkatkan daya tahan tubuh dengan suplemen tambahan.