Konten dari Pengguna

Kontrol Kelahiran Saat Menyusui: Pilihan Apa yang Aman?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kontrol Kelahiran Saat Menyusui: Pilihan Apa yang Aman?
zoom-in-whitePerbesar

Keinginan untuk kembali hamil mungkin merupakan hal terakhir yang dipikirkan seorang wanita setelah melahirkan bayi pertama dan merawatnya.

Saat aktivitas seksual kembali, pasangan harus berpikir tentang pilihan pengendalian kelahiran mereka jika ingin mencegah kehamilan terjadi lagi.

Setelah melahirkan, kebanyakan dokter akan merekomendasikan seorang wanita mengunjungi dokternya dalam waktu 6 minggu untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Dokter juga akan bertanya tentang masalah keluarga berencana dan preferensi pengendalian kelahiran.

Banyak pasangan tidak menunggu waktu 6 minggu untuk kembali berhubungan seksual, dan wanita masih bisa hamil bahkan ketika menyusui.

Bertentangan dengan kepercayaan masyarakat, ternyata sangat aman untuk mengambil pil KB saat menyusui. Bahkan ada banyak pilihan berbeda, tergantung pada preferensi pribadi, riwayat medis, dan biaya.

Fakta Tentang Pengendalian Kelahiran Saat Menyusui:

Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan bentuk pengendalian kelahiran.

Beberapa bentuk pengendalian kelahiran yang berbeda tidak melibatkan penggunaan hormon.

Pilihan hormon juga tersedia.

Perempuan harus mendiskusikan pilihan mereka dengan dokter dan pasangan mereka jika perlu.

Metode Amenore Laktasi

Metode amenore laktasi (LAM) bekerja atas keyakinan bahwa menyusui secara eksklusif menekan kesuburan seorang wanita dan mencegah kehamilan saat ia merawat bayi muda.

Bagi sebagian wanita, LAM bisa menjadi metode keluarga berencana yang sangat efektif selama kondisi tertentu terpenuhi, yaitu:

menstruasi belum kembali sejak dia melahirkan

bayi menyusu secara eksklusif dan tidak makan makanan atau cairan lainnya

bayi berusia kurang dari 6 bulan

Jika ibu dan bayi memenuhi semua kondisi ini, maka kemungkinan kehamilan sangat rendah, kurang dari 2 persen menurut World Alliance for Breastfeeding.

Setelah wanita berhenti menyusui secara eksklusif dan bayi mulai mengonsumsi makanan tambahan seperti susu formula atau sereal bayi, tubuh wanita akan mulai mempersiapkan kehamilan dan ovulasi akan dimulai.

Jika ada faktor-faktor yang tercantum di atas berubah, wanita harus mempertimbangkan menggunakan kontrol kelahiran tambahan untuk mencegah kehamilan.

Kontrol Kelahiran non Hormonal

Ini berkisar dari pilihan yang tersedia dan relatif murah, seperti kondom, ke perangkat yang memerlukan opsi resep dan bedah. Beberapa opsi ini termasuk:

Kontrasepsi penghalang

Alat Intrauterin Tembaga (IUD)

Sterilisasi

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.