Kutu Rambut Bisa Hinggap di Kepala Orang Dewasa dan Anak-anak!

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rambut adalah mahkota bagi wanita. Setuju enggak Moms?
Anak saya perempuan, kini berusia 2 tahun. Anak saya kebetulan memiliki rambut yang tebal dan hitam. Waktu anak saya berusia 40 hari, saya putuskan untuk menggundulinya sampai botak. Setelah itu, anak saya tidak pernah saya gunduli lagi.
Semenjak usia 2 tahun, dia mulai pintar berinteraksi dan bersosialisasi, bermain dengan anak-anak tetangga seusianya. Hampir setiap hari anak saya bermain dengan teman-temannya tersebut, pada pagi dan sore hari. Namun bukan berarti saya melepasnya begitu saja. Tetap saya mengawasi dan menemaninya bermain. Saya juga masih menerapkan jam untuk tidur siang sehingga saya pun membatasi jam bermainnya.
Namun pernahkah Moms menyadarinya? Saat si Kecil sedang bermain dengan teman-temannya, ada potensi dia bisa tertular kutu rambut. Kutu rambut bisa terbang dari kepala si empunya kutu ke kepala orang yang berada di dekatnya itu.
Awalnya saya tidak tahu kalau anak saya bakalan tertular kutu rambut dari teman sepermainannya. Tapi saya amati perilakunya kok sering garuk-garuk kepala dan sedikit rewel. Lalu ibu saya yang melihat hal ini, langsung menyuruh saya untuk membeli serit atau sisir yang bergigi sangat rapat. Serit ada yang terbuat dari plastik dan ada yang terbuat dari stainless. Kalau serit yang terbuat dari plastik, harganya murah, hanya Rp. 3.000,- saja dan bisa dibeli di abang-abang tukang jual jepitan rambut. Tapi kalau serit yang terbuat dari stainless, harganya Rp.25.000,- dan saya membelinya di salon kecantikan wanita.
Kalau mau mencari kutu rambut dengan bantuan serit, lebih baik rambut dikeramas terlebih dahulu supaya lebih mudah mencari kutu rambutnya. Setelah keramas dan dibilas sampai benar-benar bersih, lalu rambut disisir dengan sisir biasa sampai rambut bebas dari kusut. Barulah kita bisa memulai mencari kutu rambut dengan serit.
Jangan lupa, beri tatakan berwarna putih di bawah kepala, bisa berupa handuk putih atau kain putih supaya kutu rambut yang jatuh bisa kelihatan. Maklum saja kutu rambut berwarna hitam. Jadi mudah terlihat kalau jatuh di kain putih.
Serit rambut di beberapa bagian kepala, sampai rata dan menjangkau semua area kepala. Tak hanya kutu rambut saja yang bisa menyangkut di serit, tapi telur kutu juga bisa menyangkut di serit. Lebih bagus kalau kita bisa menemukan telur kutu agar tidak sempat menetas kutunya di rambut kita. Tapi kalau kita menemukan kutu rambut, segera dipites dengan kuku atau benda keras lainnya. Jangan lupa cuci tangan kalau kita sudah selesai memites kutu rambut ya.
Usahakan rutin menyerit rambut agar kutu rambut benar-benar lenyap dan tak bersisa satu pun di rambut kita. Juga jangan malas untuk mencuci rambut. Jangan memakai sisir bercampur-campur dengan orang banyak, lebih bagus sisir tidak dipakai oleh orang banyak demi mencegah penularan kutu.
Kalau anak terbebas dari kutu rambut, maka anak akan merasa nyaman dan tidak rewel. Kita pun sebagai orang tua kalau merasa gatal di kulit kepala, tak ada salahnya kalau kita menyerit rambut kita. Kita harus menjaga mahkota kepala kita, jaga keindahan, kebersihan dan keindahannya, baik itu rambut kita sendiri maupun rambut anak kita.
