Konten dari Pengguna

Lakukan Ini pada Anak Tipe Strong Willed

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Aku gak mau pakai baju yang itu."

Perdebatan anak dan orang tua yang melelahkan hanya karena persoalan sepele seperti di atas tak jarang ditemui pada anak yang terlahir dengan karakter yang kuat.

Strong willed istilahnya, beberapa orang menganggapnya si keras kepala. Hasil diskusi dengan teman beberapa waktu yang lalu mengingatkan saya bahwa pada dasarnya anak terlahir dengan segala keunikannya. Membawa bakat dan gen yang diwariskan orang tuanya. Ada anak yang terlahir sebagai anak yang mudah diatur dan sangat kooperatif, ada pula anak yang terlahir dengan kemauan yang kuat seperti contoh di atas.

Anak dengan tipe strong willed sering kali memantik emosi orang tua jika tak mengenalinya lebih jauh. Bukan hanya soal pakaian, anak tipe ini akan mudah bersikeras jika keinginannya tidak terpenuhi yang berujung pada tantrum.

Untuk meredam konflik dengan anak tipe di atas, Moms dapat menyiasatinya dengan melakukan hal berikut ini:

  1. BriefingMenceritakan dengan detail mengenai apa yang akan dihadapinya akan mengontrol perilakunya, maka sebelum mengajaknya ke suatu tempat hendaknya lakukan briefing terlebih dahulu. 
  1. Membuat AturanMembuat jadwal kesehariannya yang jelas seperti makan, mandi, belajar dan lainnya akan membantu memfasilitasi kemandiriannya. 
  1. Berikan pilihanUntuk menghindari beradu argumen dengan orang tua, anak tipe ini perlu diberi pilihan untuk mencapai satu tujuan yang orang tua kehendaki. Tidak perlu banyak memerintah yang akhirnya sering ia tunda.
  1. Membuat kesepakatanHal ini dibuat agar di tengah jalan ia tidak berubah pikiran lalu kembali pada keinginannya walau sudah kita buatkan pilihan.
  1. Berikan Rasa EmpatiAnak akan membantah ketika kita keras dan memaksakan keinginan tanpa mengetahui alasan si anak. Di sinilah perlunya peran sebagai orang tua dalam memberikan empati. Seperti, "Oh ya mainan ini bagus ya, kakak suka. Tapi kakak kan perlunya sekarang mainan yang ini, bukan yang itu."
  1. Hindari PertentanganOrang tua yang ingin serba cepat biasanya memaksakan anak untuk mengikuti semua perintahnya. Jika anak tak mau, maka ini akan kembali memicu konflik, hindarilah. Dinginkan suasana hati dan pikiran orang tua terlebih dahulu sebelum kembali menghadap anak.

Bukan berarti dengan sifat kerasnya anak ini selalu terlihat buruk lho Moms, kelebihannya adalah ia selalu mengetahui apa yang diinginkan, dan dengan gigih mewujudkannya. Selain itu juga konsisten tentang kemandirian. 

Walaupun biasanya anak tipe ini tidak serta merta turut pada arahan orang tuanya, namun dengan pola pendekatan yang dilakukan akan mempermudah mengarahkan anak dengan karakter kuat ini.

 

Semoga bermanfaat.

By: Chriesty Anggraeni

Copyright by Babyologist