Langkah-langkah Penanganan Campak pada Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Campak, yang juga disebut dengan rubela, adalah penyakit infeksi pernapasan yang sangat menular. Bahkan, sembilan dari 10 orang yang tidak divaksinasi campak akan tertular jika mereka berada di dekat orang yang terinfeksi. Campak disebabkan oleh virus.
Gejala pertama infeksi campak biasanya batuk, pilek, demam tinggi dan mata merah. Pada anak-anak, campak mungkin ditandai dengan bintik-bintik Koplik (bintik-bintik merah kecil dengan bagian tengah biru-putih) di dalam mulut sebelum ruam-ruam mulai tampak.
Ruam-ruam campak akan pecah tiga hingga lima hari setelah gejala dimulai. Kadang-kadang, munculnya ruam-ruam tersebut disertai dengan demam tinggi hingga 40 derajat Celcius. Ruam merah atau coklat kemerahan biasanya mulai sebagai bintik merah datar di dahi. Ini menyebar ke seluruh wajah, lalu ke leher dan dada, ke lengan dan kaki. Demam dan ruam perlahan hilang setelah beberapa hari.
Ketika Moms mendapati si Kecil terkena campak, Moms dapat melakukan langkah penanganan sebagai berikut sebelum membawanya ke dokter anak:
- Jika si Kecil merasa sakit dan tidak nyaman, Moms dapat memberikan parasetamol sesuai dengan petunjuk dosis pada botol.
- Jangan pernah memberikan aspirin kepada si Kecil karena aspirin dapat meningkatkan risiko sindrom Reye (penyakit langka dan serius yang menyebabkan pembengkakan pada organ otak dan hati).
- Jaga si Kecil tetap terhidrasi dengan sering memberikan cairan/minum.
- Gunakan tetes air asin (saline) untuk mengobati hidung tersumbat.
- Gunakan wol kapas basah untuk membersihkan kerak di sekitar mata. Gunakan satu potong kapas per lap untuk setiap mata dan bersihkan mata dari dalam ke luar dengan lembut.
- Jaga si Kecil agar beristirahat di rumah hingga sehat.
- Lakukan perawatan yang sama dengan ketika si Kecil demam.
Moms harus segera menghubungi dokter jika si Kecil:
- Kesulitan makan atau tidak bisa minum cairan
- Buang air kecil kurang dari normal
- Sulit bernapas, bernapas sangat cepat atau bising
- Sangat mudah terusik dan tidak mau digendong
- Lelah, terlihat mengantuk, atau kurang sadar
- Membaik namun tiba-tiba keadaannya menjadi lebih buruk
- Tampak tidak membaik meski sudah dirawat
- Sangat pucat atau bibir dan gusi membiru
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist
Copyright by Babyologist
