Lebih dari 1 Tahun Masih Gumoh?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umumnya bayi yang berusia di bawah satu tahun akan mengalami yang namanya gumoh. Gumoh merupakan 'aksi' si Kecil mengeluarkan susu atau makanan lain yang baru saja ditelan. Gumoh ini sering terjadi karena kerongkongan bayi yang belum sempurna.
Sebenarnya bayi yang sering gumoh tidak perlu dikhawatirkan dan masih tergolong normal apabila bayi tetap tumbuh dan berkembang dengan baik, bayi terlihat nyaman dan tidak rewel, serta sistem pernafasan tetap berfungsi tanpa gangguan.
Cara Mengatasi Gumoh
Memberi makan atau menyusui dengan keadaan lebih tegak
Bayi menyusu dengan dot yang tidak terlalu besar
Bila bayi menunjukan tanda-tanda ini maka perlu diwaspadai
Bayi mulai gumoh pada usia enam bulan dan menetap hingga lebih dari 1 tahun.
Bayi memuntahkan makanan atau cairan susu terlalu sering atau tampak terpaksa
Warna cairan yang dimuntahkan bayi berwarna kuning, hijau atau disertai darah.
Cairan yang dimuntahkan jumlahnya cukup banyak dan berlangsung sampai dua jam setelah menyusu.
Bayi susah makan atau menolak diberi susu sehingga berat badan bayi tidak bertambah.
Bayi sulit bernapas atau menunjukkan tanda-tanda sakit.
Perut yang tampak penuh atau membuncit.
Demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius.
Menangis berlebihan atau sangat rewel dan tidak nyaman.
Namun, apabila bayi sering gumoh dapat menandakan adanya gangguan kesehatan seperti alergi susu sapi yang juga dapat menyebabkan bayi muntah, diare, dan ruam. Sumbatan atau penyempitan pada kerongkongan dan penyakit refluks adalah beberapa kondisi yang lebih serius yang bisa menimbulkan gejala menyerupai gumoh.
Jika gumoh terjadi berlebihan dan berkepanjangan, atau disertai dengan gejala-gejala lain, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
Semoga bermanfaat.
By: Selly Yuliyanti
