Konten dari Pengguna

Main Masak-masakan Bukan Berarti Menjadi Perempuan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Main Masak-masakan Bukan Berarti Menjadi Perempuan

Hai Moms, kali ini saya mau berbagi pengalaman saya dalam memberi mainan pada anak. Biasanya saya ketika ingin membelikan mainan saya ajak anaknya, Vano bisa memberi tanda mana mainan yang dia suka dan yang tidak. Kenapa membiarkan anak memilih? Karena egois rasanya jika memaksakan bayi untuk bermain dengan mainan yang diinginkan ibunya. Biarkan dia menunjukkan bakat dan minatnya lewat mainan pilihannya.

Vano adalah bayi laki-lakiku yang saat ini usianya 11 bulan. Dia sudah terbiasa bermain dengan mainan di usianya 5 bulan. Setelah bermacam-macam mainan saya tunjukan padanya. Saya melihat bahwa dia sangat tertarik dengan permainan masak-masakan.

Awalnya saya kaget, bahkan hampir saja saya tidak mengizinkan dia bermain dengan mainan itu. Terlebih beberapa mulut orang mengatakan jika bermain mainan perempuan dari kecil maka besarnya akan berkelakuan seperti perempuan. Tapi setelah saya pikir lagi, sepertinya masak-masakan bukan permainan khusus perempuan saja, dan saya meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan ada dampak positifnya.

Mungkin saja dia besar bisa menjadi seorang chef terkenal, siapa yang tau? Jadi semenjak saya berpikir seperti itu, saya biarkan saja dia bermain dengan apa yang dia suka. Bahkan jika sedang pergi ke playland, Vano suka sekali berlama-lama bermain di area minimarket / dapur mininya.

Moms, percayalah.. semua yang kita yakini positif akan berdampak positif di kemudian hari. Biarkan mereka menunjukkan minat dan bakatnya, tanpa kita yang memaksa.