Konten dari Pengguna

Makanan Ber-Kafein Menyebabkan ASI Sedikit?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan Ber-Kafein Menyebabkan ASI Sedikit?
zoom-in-whitePerbesar

Apakah Moms pecinta cokelat, teh, atau kopi? Ketiga makanan tersebut mengandung kafein yang dapat masuk ke dalam peredaran darah dan ASI loh.

Menurut Thomas W. Hale dalam bukunya yang berjudul "Medications and Mother’s Milk", sebenarnya makanan berkafein aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui asalkan tidak berlebihan, karena kadar kafein yang masuk ke ASI hanya 0,06-1,5 % dari yang ibu konsumsi. Namun yang menjadi masalah adalah ketika bayi memiliki sensitivitas berlebih terhadap kafein.

Menurut konsultan laktasi internasional, Kelly Bonyata, jika ibu pantang (sama sekali tidak) mengonsumsi kafein selama hamil, maka ketika ibu mengonsumsi kafein selama menyusui, bayi akan lebih sensitif terhadap kafein. Namun, hal itu bukanlah masalah besar karena semakin bertambahnya usia bayi, sensitivitas itu akan berkurang.

Lamanya waktu yang diperlukan oleh bayi untuk mencerna kafein:

Newborn : sampai 97 jam

3-5 bulan : kurang lebih 14 jam

6 bulan ke atas : 2-3 jam

Bagaimana Pengaruh Kafein terhadap Supply ASI?

Kafein tidak akan menurunkan produksi ASI secara langsung. Kafein berpengaruh jika bayi memiliki sensitivitas berlebih terhadap kafein, yang ciri-cirinya adalah menjadi rewel dan susah tidur jika Moms mengonsumsi makanan berkafein. Bayi yang rewel dan kelelahan cenderung menyusu lebih sedikit. Berdasarkan prinsip dasar ASI yaitu "Supply by Demand", karena bayi menyusu sedikit, otomatis produksi ASI Moms juga akan menyesuaikan menjadi sedikit juga.

Kemudian, kafein juga bersifat diuretik yang artinya memancing kita untuk lebih sering buang air kecil. Ingat bahwa ketika menyusui, kita harus cukup cairan. Jika tidak cukup cairan, maka akan menyebabkan dehidrasi dan mempengaruhi supply ASI.

Untuk mengetahui apakah bayi sensitif atau tidak terhadap kafein, Moms bisa mengamati bayi 1-2 jam setelah mengonsumsi makanan berkafein, apakah bayi rewel atau sulit tidur. Jika iya, coba hentikan konsumsi makanan berkafein selama 2 minggu dan bandingkan perbedaannya.

Dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan berkafein (teh, cokelat, kopi) pada ibu menyusui kurang lebih 300 mg kafein per hari atau setara dengan 2 cangkir kopi per hari. Setiap habis mengonsumsi makanan berkafein, dianjurkan meminum segelas air putih tambahan untuk mencegah dehidrasi pada ibu menyusui.

Yang perlu digarisbawahi, ibu menyusui boleh makan apa saja, tidak ada pantangan. Namun jika bayi memiliki sensitivitas berlebih terhadap suatu zat, maka ibu harus membatasi konsumsi makanan tersebut.

Semoga bermanfaat.

By: Kristiani Chen