Manfaat dan Efek Samping Imunisasi DPT

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Imunisasi DPT memiliki perbedaan dengan imunisasi lainnya, hal ini karena dalam 1 vaksin terdapat 3 jenis virus yang berbeda. Jadi, efek dari imunisasi DPT lebih tinggi dibandingkan dengan imunisasi yang lainnya.
Manfaat imunisasi DPT
Vaksin DPT merupakan gabungan dari 3 kombinasi yang berbeda, meliputi toksoid yang berupa toksin atau racun pada difteri, kuman pertusis dan tetanus. Vaksin tersebut di gabungkan dengan tujuan agar bayi tidak mendapatkan beberapa kali suntikan, pada intinya untuk mengurangi jumlah suntikan.
Jenis virus yang terdapat pada vaksin DPT, meliputi:
1. Difteri
Merupakan bakteri yang dapat menular dan menimbulkan selaput lendir yang terdapat pada hidung dan tenggorokan. Oleh sebab itu, bakteri tersebut mampu menghasilkan lendir dalam jumlah yang banyak, sehingga anak yang terinfeksi kesulitan bernafas dan susah makan. Bila penyakit tersebut tidak segera diobati, maka kemungkinan akan terjadi kelumpuhan dan gangguan ginjal. Pada umumnya, gejala yang muncul disebabkan dari virus difteri seperti sakit tenggorokan, demam, kesulitan bernafas dan adanya lapisan putih diarea tenggorokan. Bakteri ini dapat menyebarkan virusnya melalui udara atau benda yang sudah terkontaminasi oleh penderita. Biasanya anak – anak di bawah 10 tahun sangat rentan terhadap penyakit ini.
2. Pertusis
Pertusis yang lebih dikenal dengan batuk rejan biasanya dapat menularkan virusnya dari penderita ke penderita lainnya melalui udara ketika penderita batuk dan bersin. Bakteri pertusis dapat menyerang sistem pernafasan yang mengakibatkan batuk yang berkelanjutan. Bila menyerang pada anak usia dibawah satu tahun dapat menimbulkan penyakit pneumonia, kerusakan otak, kejang – kejang, bahkan menyebabkan kematian.
3. Tetanus
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri tetanus. Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Bakteri tetanus dapat mengakibatkan kerusakan sistem syaraf, otot mengalami kekakuan, kelumpuhan bahkan menyebabkan kematian.
Jadwal imunisasi DPT
Pemberian vaksin DPT dilakukan sebanyak 5 kali, di antaranya saat anak usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan anak usia 18-24 tahun hingga anak usia 5 tahun. Setiap pemberian vaksin sebanyak satu dosis. Dan dianjurkan melakukan imunisasi DPT tambahan 10 tahun sekali yaitu dengan vaksin TD (tetanus difteri).
Efek imunisasi DPT
Gejala yang ditimbulkan dari efek imunisasi DPT tergolong berat, meskipun sebagian anak yang alergi terhadap vaksin DPT, untuk itu disarankan agar tidak melanjutkan imunisasi DPT. Reaksi yang muncul akibat dari alergi, seperti gangguan otak, gangguan sistem syaraf dan muncul reaksi pada kulit.
Selanjutnya, jika anak mengalami tanda – tanda seperti demam tinggi, menangis lebih dari 3 jam dan kejang – kejang. Sebaiknya, untuk segera ditangani dengan membawa anak ke dokter.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
