Media Penyimpanan ASI : Botol Kaca, Botol Plastik, atau Kantong ASI?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kantong ASI
Keunggulannya :
Media yang paling praktis, karena sekali pakai dan tidak perlu repot mensterilkannya
Ringan, mudah dibawa ke mana saja
Menghemat tempat di kulkas
Bisa langsung ditulis tanggal dan waktu penyimpanannya
Kekurangannya :
Boros, khususnya jika Moms full pumping seperti saya, dalam satu bulan bisa menghabiskan 300 kantong lebih
Kurang ramah lingkungan, karena terbuat dari material plastik yang susah terurai
Banyak lemak ASIP yang menempel pada dinding kantong ASI
Botol Susu Plastik
Keunggulannya :
Saat si Kecil akan minum susu, botol dapat langsung dihangatkan tanpa perlu menuang lagi ke wadah lainnya.
Hemat, dapat dipakai berkali-kali
Kekurangannya :
Lemak ASI juga menempel di dinding botol (terasa berminyak ketika dicuci)
Kalau mau menulis tanggal, harus memakai label dan tidak bisa langsung menulisnya di botol
Boros tempat penyimpanan di kulkas
Lebih memakan tempat di tas jika dibawa
Jika menggunakan kulkas yang berisi makanan lain dan berbau tajam, kadang bisa mempengaruhi aroma ASIP juga (walaupun sudah ditutup sangat rapat)
Walaupun telah berlabel BPA-Free, tetap berbahan dasar plastik sehingga pasti mengandung bahan kimia
Botol Kaca
Keunggulannya :
Hemat, bisa digunakan berulang kali
Tidak menyerap aroma makanan di sekitar ke dalam botol
Dari segi bahan pembuatan botol kaca, lebih sedikit bahan kimia yang digunakan
Dapat disterilisasi dengan suhu tinggi
Lebih mudah dibersihkan, lemak ASI tidak menempel
Kekurangannya :
Merupakan media penyimpanan ASIP yang paling berat
Setelah dihangatkan, susu harus dituang ke botol susu lagi baru bisa diberikan ke bayi
Model botolnya terbatas
Risiko pecah yang tinggi jika jatuh atau terbanting
Saya sendiri lebih memilih botol kaca. Mengapa? Karena saya pernah mengalami mati lampu selama 2 jam. ASIP yang tersimpan di dalam botol kaca masih beku, sedangkan yang di dalam botol plastik dan kantong ASIP sudah mulai sedikit mencair. Saat dihangatkan pun, botol kaca lebih cepat hangat dibandingkan botol plastik atau kantong ASI.
Sedikit tips dari saya saat menyimpan ASIP, jangan sampai melewati garis batas botol. Karena ASIP memuai saat didinginkan dan dipanaskan. Jadi sisakan space kosong sekitar 2 cm dari tutup botol. Simpan ASIP sesuai kebutuhan sekali minum bayi.
Semoga bermanfaat.
By: Kristiani Chen.
