Konten dari Pengguna

Media Penyimpanan ASI : Botol Kaca, Botol Plastik, atau Kantong ASI?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media Penyimpanan ASI : Botol Kaca, Botol Plastik, atau Kantong ASI?
zoom-in-whitePerbesar

Kantong ASI

Keunggulannya :

Media yang paling praktis, karena sekali pakai dan tidak perlu repot mensterilkannya

Ringan, mudah dibawa ke mana saja

Menghemat tempat di kulkas

Bisa langsung ditulis tanggal dan waktu penyimpanannya

Kekurangannya :

Boros, khususnya jika Moms full pumping seperti saya, dalam satu bulan bisa menghabiskan 300 kantong lebih

Kurang ramah lingkungan, karena terbuat dari material plastik yang susah terurai

Banyak lemak ASIP yang menempel pada dinding kantong ASI

Botol Susu Plastik

Keunggulannya :

Saat si Kecil akan minum susu, botol dapat langsung dihangatkan tanpa perlu menuang lagi ke wadah lainnya.

Hemat, dapat dipakai berkali-kali

Kekurangannya :

Lemak ASI juga menempel di dinding botol (terasa berminyak ketika dicuci)

Kalau mau menulis tanggal, harus memakai label dan tidak bisa langsung menulisnya di botol

Boros tempat penyimpanan di kulkas

Lebih memakan tempat di tas jika dibawa

Jika menggunakan kulkas yang berisi makanan lain dan berbau tajam, kadang bisa mempengaruhi aroma ASIP juga (walaupun sudah ditutup sangat rapat)

Walaupun telah berlabel BPA-Free, tetap berbahan dasar plastik sehingga pasti mengandung bahan kimia

Botol Kaca

Keunggulannya :

Hemat, bisa digunakan berulang kali

Tidak menyerap aroma makanan di sekitar ke dalam botol

Dari segi bahan pembuatan botol kaca, lebih sedikit bahan kimia yang digunakan

Dapat disterilisasi dengan suhu tinggi

Lebih mudah dibersihkan, lemak ASI tidak menempel

Kekurangannya :

Merupakan media penyimpanan ASIP yang paling berat

Setelah dihangatkan, susu harus dituang ke botol susu lagi baru bisa diberikan ke bayi

Model botolnya terbatas

Risiko pecah yang tinggi jika jatuh atau terbanting

Saya sendiri lebih memilih botol kaca. Mengapa? Karena saya pernah mengalami mati lampu selama 2 jam. ASIP yang tersimpan di dalam botol kaca masih beku, sedangkan yang di dalam botol plastik dan kantong ASIP sudah mulai sedikit mencair. Saat dihangatkan pun, botol kaca lebih cepat hangat dibandingkan botol plastik atau kantong ASI.

Sedikit tips dari saya saat menyimpan ASIP, jangan sampai melewati garis batas botol. Karena ASIP memuai saat didinginkan dan dipanaskan. Jadi sisakan space kosong sekitar 2 cm dari tutup botol. Simpan ASIP sesuai kebutuhan sekali minum bayi.

Semoga bermanfaat.

By: Kristiani Chen.