Melahirkan Normal dengan Induksi
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebelumnya saya mau mengingatkan dahulu kepada Moms dan soon-to-be Moms, bahwa kalau melahirkan itu baik caesar maupun normal sama saja. Tidak mengurangi rasanya menjadi seorang ibu, karena memiliki perjuangan melawan maut yang sama hanya berbeda metodenya.
Kali ini aku mau sharing perihal pengalaman melahirkan di usia kehamilan hampir 41 minggu.
Saat di usia kehamilan 39 minggu, dokter sudah menyarankan saya untuk induksi, namun saya masih ingin menunggu tanda tanda alami dari bayi saya. Dan pada akhirnya di waktu itu, saya mengalami diare dan muntah-muntah. Yang membuat saya panik adalah ketika saya browsing dan menemukan bahwa tanda tersebut adalah tanda ingin melahirkan. Namun bayi saya masih saja belum memberikan pergerakan bukaan saat itu.
Alasan saya sebelumnya tidak ingin melahirkan caesar cukup simpel, karena saya takut dengan jarum. Alasan yang klasik tapi untuk ibu hamil yang sensitif itu bisa jadi stres dan menganggu waktu menunggu persalinan.
Tapi akhirnya saya membulatkan iman dan keberanian untuk mau diinduksi melalui infus. Karena belum ada tanda bukaan juga saat itu. Tidak pernah sebelumnya saya melahirkan, dan saya tidak pernah tahu rasanya kontraksi.
Kurang lebih 2 jam setelah infus dipasang, akhirnya bukaan sudah dimulai. Dan berjalannya waktu, saya mulai merasakan kontraksi. Kontraksi membuat saya merasa saya ingin buang air besar (karena sebelumnya saya diare). Saya kemudian terus mengalami kontraksi dashyat hingga bukaan 10.
Akhirnya saya berhasil melahirkan putri cantik dengan normal tanpa bantuan vakum, epidural dan tindakan medis lainnya.
Kesimpulannya, jangan pernah takut untuk melahirkan dengan induksi, saya sharing ini karena saya dibuat jadi takut dengan cerita orang mengenai induksi. Namun, induksi sebenarnya aman dan tidak seperti yang diinfokan netizen. Jadi ga ada lagi ya "say no to induksi." Selama usia kehamilan sudah cukup dan bayi sehat.
Semoga bermanfaat.
By: Cyntia Agustine
Copyright by Babyologist

