Konten dari Pengguna

Membedakan Gumoh dan Muntah pada Bayi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membedakan Gumoh dan Muntah pada Bayi
zoom-in-whitePerbesar

Mungkin sering kali Moms baru merasa panik ketika melihat bayi yang telah selesai menyusu kemudian memuntahkan kembali ASI-nya. Moms tak perlu cemas, kondisi ini biasa disebut dengan gumoh.

Sebagian besar bayi gumoh setelah menyusu dengan variasi volume susu yang mengalir keluar berbeda-beda, umumnya 1-2 sendok makan. Hal ini terjadi akibat belum sempurnanya kerja katup yang membuka/menutup esofagus dan lambung.Umumnya pada saat bayi gumoh, ia tidak menyadarinya.

Berbeda dengan gumoh, ketika bayi muntah akan terlihat ada usaha untuk mengeluarkan muntahannya. Keadaan ini dapat membuat bayi tidak nyaman. Gumoh (regurgitasi) harus dibedakan dengan muntah (refluks gastroesofagus) yaitu saat volume cairan yang dimuntahkan cukup banyak dan terjadi berulang, sehingga dapat menimbulkan komplikasi.

Biasanya muntah disertai dengan gejala lain. Namun jika bayi hanya gumoh, berarti Moms harus memastikan setelah ia selesai menyusu, posisikan keadaannya tegak dan tidak ditelentangkan.

Hal-hal yang Perlu Diwaspadai dan Perlu Tindakan Medis

Tidak ada kenaikan berat badan bayi, bahkan mengalami penurunan

Muntah berulang kali dengan volume yang banyak 

Bayi tampak gelisah dan kesakitan

Bayi tampak lemas dan sulit dibangunkan

Muntah dengan cairan berwarna hijau

Bayi mengalami sesak napas

Jangan tunda untuk segera membawanya ke dokter untuk mengetahui diagnosisnya ya Moms.

Semoga bermanfaat.

By: Chriesty Anggraeni.