Konten dari Pengguna

Membuat Kain Penutup Menyusui

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para ibu menyusui kini tak perlu khawatir lagi akan terlihat oleh orang lain apabila sedang menyusui di tempat umum, karena sudah ada kain penutup menyusui/nursing cover. Ada beberapa bentuk kain penutup menyusui yang bisa Mom buat sendiri, Mom bisa memilih bentuk kain yang kira-kira pas dan tidak membuat ribet saat proses menyusui berlangsung. Berikut jenis-jenis kain penutup menyusui, diantaranya:

Nursing cover dengan boned-open-neckline Kain penutup menyusui yang satu ini memiliki bolong pada bagian atas dan diberi kerangka melengkung. Bolong tersebut berfungsi sebagai ventilasi udara bagi Si Kecil ketika sedang menyusui.

Kain penutup menyusui berbentuk syal Jenis nursing cover ini berbentuk seperti syal, jadi kain ini bisa Mom kalungkan seperti syal, dan ketika akan menyusui Mom bisa lebih mudah untuk menggunakannya.

Nursing cover 2 in 1 Nursing cover 2 in 1 merupakan jenis kain penutup menyusui yang modern, sebab nursing cover 2 in 1 selain berfungsi sebagai penutup ketika menyusui, juga bisa digunakan untuk mempercantik penampilan. Sebab nursing 2 in 1 memiliki bentuk seperti outer.

Meskipun saat ini nursing cover banyak sekali dijual di toko-toko online maupun offline, namun sebenarnya Mom bisa membuat kain penutup menyusui sendiri, sebab caranya sangatlah mudah. Berikut ini cara untuk membuat kain penutup menyusui sendiri:

Pertama, siapkan kain berukuran 1 x 1,5 meter. Bahan kain yang digunakan sebenarnya boleh apa saja, namun lebih baik apabila menggunakan bahan katun, sebab bahan katun tidak panas saat digunakan. Selain katun, Mom harus menyiapkan kain berukuran 20 x 20 cm dengan bahan yang lembut seperti flannel. Sebab nantinya bahan ini akan dijahitkan di bagian dalam nursing cover yang berfungsi sebagai lap untuk membersihkan mulut bayi setelah menyusui.

Kedua, setelah bahan sudah tersedia, potonglah bahan utama dengan ukuran 1 x 1 meter, setelah itu sisanya potong lebar dengan ukuran 10 cm. kain yang berukuran 10 cm digunakan untuk mengalungkan nursing apron di leher.

Ketiga, jahit dengan bentuk segitiga pada bagian leher nursing apron di bagian atas bahan utama. Terakhir, setelah menjahit bagian tersebut, kain yang lembut tadi dibagi dua hingga berbentuk segitiga, kemudian jahitlah kain tersebut di bagian dalam atau di sudut bawah nursing apron.

Sangat gampang bukan untuk membuat kain penutup menyusui, apabila Mom tidak memiliki mesin jahit di rumah, Mom bisa menjahitnya sendiri dengan tangan. Dengan membuat nursing apron sendiri Mom bisa memilih warna, motif, dan takstur kain kesukaan Mom.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.