Mencegah Penularan Scabies di Rumah

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Moms pasti sudah pernah mendengar penyakit kudis atau scabies, kan? Kudis atau scabies merupakan infeksi kutu sarcoptes scabiei yang sangat menular, terutama pada kontak erat seperti anggota keluarga yang tidur bersama.
Penularan scabies bisa terjadi melalui kontak kulit ke kulit, selimut, pakaian, karpet, handuk, bahkan bantal. Umumnya scabies tidak berbahaya pada anak dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Akan tetapi, bila scabies terjadi pada anak dengan kekebalan tubuh yang menurun seperti penderita kanker, HIV atau penyakit kronik, maka penyakit ini dapat menjadi berat.
Scabies tidak dapat sembuh sendiri, sebaiknya anak yang mengalami kudis dibawa berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Beberapa langkah pencegahan yang dapat Moms lakukan untuk memutus penularan scabies di rumah, seperti:
- Konsultasi ke dokter, biasanya dokter akan meresepkan salep yang dapat membunuh kutu penyebab scabies.
- Anggota keluarga yang lain juga perlu diobati pada waktu bersamaan untuk menghilangkan kutu yang terbawa.
- Semua pakaian, seprai, selimut dan handuk anggota keluarga yang dipakai dalam 5 hari terakhir harus dicuci dengan air panas, lalu dijemur di matahari dan disetrika. Sebelum dicuci, sebaiknya semua itu disimpan dulu selama 3 hari dalam kantong plastik agar kutu mati terlebih dahulu.
- Karpet, alas tidur, bantal, kasur dijemur di bawah terik matahari setelah dilakukan penyedotan debu.
- Menjaga higienitas dan hindari kontak langsung dengan penderita lain.
Semoga bermanfaat.
By: Aulia Urrahmah
Copyright by Babyologist
