Mendidik Anak Usia 1 Tahun

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

1 BahasaKarena usia 1 tahun adalah usia anak belajar berbicara, ajari anak berbicara dalam 1 bahasa saja. Contohnya, jika bahasa pilihan Moms adalah bahasa Indonesia maka kenalkan bahasa Indonesia saja. Sebutkan: Ayo nak beri salam, bukannya: Ayo nak shake hand dulu. Mengajari anak berbicara dalam 1 bahasa akan membuat anak lebih cepat berbicara.
Tidak Menolong Saat JatuhAnak yang sedang belajar jalan pasti sering terjatuh. Jika anak terbiasa tidak ditolong saat jatuh, maka dia akan tumbuh menjadi anak yang tangguh dan tidak cengeng. Jika terjatuh, dia akan otomatis berdiri sendiri tanpa menangis. Namun apabila jatuhnya hingga menyebabkan luka, segera tenangkan anak ya Moms. Beri pelukan hangat sambil tepuk ringan atau elus punggungnya.
Tetap Tenang Saat TantrumTantrum alias menangis meraung-raung adalah senjata anak supaya orang tua panik dan menyerah. Tantrum juga merupakan bentuk anak mengekspresikan ketidaksukaannya terhadap sesuatu, namun belum mampu mengungkapkan dengan kata-kata. Cara mengatasi tantrum adalah kita harus tetap tenang. Jika kita bersikap tenang, biasanya tantrum anak akan lebih cepat mereda.
BerbagiAjari anak berbagi sedini mungkin. Contohnya jika anak membawa kue, arahkan dia untuk berbagi dengan kita. Dengan terbiasa berbagi sejak kecil, terdapat kemungkinan anak tumbuh menjadi pribadi yang suka berbagi saat dewasa nanti.
PujianBeri pujian jika anak berbuat kebaikan atau melakukan apa yang kita perintahkan. Selain untuk memberikan apresiasi, hal ini juga berperan sebagai penyemangat supaya kedepannya anak lebih paham dan terdorong melakukan hal yang benar.
Ucapkan Kata Dengan JelasContohnya seperti mengucapkan kata "sini" dan bukannya "cini"
Kamu BerhargaSering ucapkan pada anak bahwa kita sangat sayang kepadanya. Bahwa dia sangat berharga bagi kita. Beberapa kasus depresi disebabkan karena seseorang merasa tidak berguna dan tidak ada lagi yang menyayangi. Tidak jarang pula depresi berakhir dengan bunuh diri. Jika anak menyadari bahwa dirinya dicintai, kemungkinan untuk terserang depresi akan lebih rendah.
Semoga bermanfaat.
By: Devina Apriyanti.
