Mengajarkan Disiplin pada Anak dengan 'Time Out'

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin ada beberapa Moms yang sudah tahu apa sih Time-Out?, namun mungkin juga ada yang belum tahu. Time-Out adalah hukuman atau bentuk disiplin ringan untuk anak ketika berbuat salah yang dapat memberikan efek jera untuk anak.
Hukuman time-out ini sama sekali tidak melibatkan hukuman fisik karena itu artinya kita sebagai orang tua secara tidak langsung akan mengajarkan kepada anak kita tentang kekerasan. Namun sebaiknya hukuman time-out diberikan hanya ketika anak sudah benar-benar tidak dapat diberitahu ya, Moms.
Salah satu cara yang saya lakukan untuk mendisiplinkan anak sejak dini ketika anak melakukan kesalahan, adalah memberi hukuman time-out ini, dengan cara menyuruh anak berdiri menghadap tembok selama kurang lebih 5 menit, dengan kita sebagai orang tua tetap mengawasinya. Jangan bermain ponsel sendiri ya Moms, atau malah merekam moment ketika anak sedang menangis karena sedang di-time-out.
Biasanya anak anda pasti akan menangis karena mengetahui bahwa dirinya sedang dihukum. Kuncinya, anda harus tetap tega dan konsisten, karena harus diingat bahwa bentuk displin ini memiliki manfaat positif. Setelah selesai time-out, biasanya saya akan langsung menawarkan pelukan lebar dan berkata maaf kepada anak agar dia bisa merasa tenang dan menyadari bahwa orang tuanya sudah tidak lagi "marah".
Jangan lupa, saat momen tersebut, berikan penjelasan apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang seharusnya dilakukan, serta ucapkan kalimat sayang kepada anak kita.
Time-out ini sudah saya terapkan sejak usia anak 1 tahun. Pasti anda akan berpikir, apakah tidak terlalu dini, sedangkan anak usia 1 tahun belum mengerti apa-apa sehingga wajar saja jika melakukan kesalahan?
Nah, ini merupakan kesalahan terbesar para ibu2 jika memiliki pemikiran demikian, mengapa? Karena pada usia 2 tahun, anak akan mengalami fase yang disebut "Terrible Two" di mana anak akan mudah tantrum, marah-marah ketika keinginan tidak dituruti oleh orangtua, bahkan sampai tidak mau mendengarkan perkataan kita sebagai orangtuanya.
Cara displin yang sudah saya terapkan tersebut, benar-benar saya rasakan sangat bagus manfaatnya, karena ketika anak saya sudah memasuki usia 2 tahun, para ibu banyak mengeluhkan capeknya karena anak mengalami masa terrible two, namun saya tidak merasakan seperti yang dirasakan para ibu pada umumnya, meskipun kenakalan wajar sebagai anak tetap ada. Anak saya bahkan cukup saya beritahu sedikit bisa langsung mendengarkan dan mengerti perkataan2 yang saya ucapkan dengan baik.
Beberap manfaat positif dari bentuk disiplin Time-Out yaitu:
1. Mempererat hubungan batin antara orang tua dan anak
Inilah pentingnya anda berempati dan menemani anak pada saat time-out, sehingga anak akan merasa bahwa meskipun mereka nakal dan dihukum, namun mereka tidak sendirian. Ada orangtuanya yang akan selalu menemaninya dan mengerti bagaimana perasaannya.
2. Meredakan emosi orang tua
Secara tidak langsung, dengan memberikan hukuman time-out, maka emosi anda sendiripun akan perlahan menghilang dengan mendengarkan suara tangisan anak kita yang sedang dihukum. Sehingga akan mencegah juga terjadinya hukuman kekerasan yang tidak sengaja atau refleks terjadi.
3. Membantu anak memiliki karakter disiplin
Dengan melakukan time-out, anak anda akan belajar memperbaiki dirinya dan memahami bagaimana cara agar dia tidak berbuat hal yang salah agar tidak dihukum lagi.
Sebagai catatan terakhir yang ingin saya tambahkan, jangan memberikan hukuman time-out pada waktu yang tidak tepat, yang artinya hanya karena anda capek atau sedang emosi namun anak tidak melakukan kesalahan apapun yang merugikan, namun anda melakukan disiplin tersebut ke anak anda. Jangan juga melakukan time-out pada anak di tempat umum karena anda akan membuat anak anda mungkin merasa malu.
Ingatlah bahwa anda perlu memperhatikan waktu dan tempat saat melakukan time-out. Karena nanti bukan efek positif yang ditimbulkan, namun bisa jadi efek negatif, yaitu anak anda akan merasa terkucilkan dan dibenci oleh orangtuanya sendiri :).
