Konten dari Pengguna

Mengajarkan si Kecil Minum dengan Sedotan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengajarkan si Kecil Minum dengan Sedotan

Memasuki usia 6 bulan ke atas, bayi harus mulai melatih otot-otot pada mulutnya mulai dari lidah hingga rahangnya. Hal ini bertujuan agar proses MPASI-nya bisa berjalan dengan lancar. Salah satu cara untuk mendukung keterampilan otot-otot mulutnya tersebut adalah dengan cara minum menggunakan sedotan.

Debra C. Lowsky, ahli Patologi Bahasa dan Wicara menyarankan agar anak mulai diajarkan minum melalui sedotan saat ia berusia 8-10 bulan. Menurutnya, minum dari sedotan merupakan cara yang sederhana namun sangat efektif untuk melatih keterampilan oral motor anak. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh si Kecil diantaranya melatih gerak bibir, retraksi lidah, koordinasi mengisap-menelan-bernapas, melatih kekuatan otot pipi, wajah, dan mulut, dan melatih keterampilan oromotor lainnya.

Namun, mengajarkan anak minum dari sedotan juga sedikit menantang ya, Moms. Berbeda dengan training cup, minum dengan sedotan perlu keterampilan menyedot tingkat lanjut. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak minum dari sedotan menurut Lowsky diantaranya:

Mulai dengan memberinya sedotan

Sebelum memberi straw cup, latihlah ia dengan memberi sedotan tanpa botol. Pastikan sedotan yang dipilih terbuat dari bahan yang aman agar dia merasa nyaman saat mulai belajar. Sedotan dengan bahan dasar silikon dan kertas bisa jadi alternatif yang paling aman untuk si Kecil.

Bantu si Kecil minum dengan bantuan jari telunjuk

Tahap pertama, celupkan sedotan ke air lalu tutup ujung sedotan dengan ujung jari telunjuk Moms agar air tidak tumpah. Angkat dan pastikan air tidak tumpah lalu minumkan air pada sedotan melalui ujung sedotan yang tidak ditutup oleh jari. Posisikan sedotan lebih tinggi dari mulut si Kecil.

Selanjutnya Moms bisa mengulangi hal yang sama namun ubah posisi sedotan saat Moms memberikannya ke si Kecil. Posisikan secara mendatar. Pada posisi demikian, si Kecil akan berusaha menggigit sedotan agar bisa meminum airnya.

Latih si Kecil untuk menutup bibir saat sedotan masuk ke mulutnya

Saat sedotan berada di mulutnya, Moms bisa ajarkan ia untuk menutup mulut si Kecil. Hal ini bisa memancing si Kecil agar mau mengisap air dari sedotan.

Lepaskan ujung jari setelah si Kecil mulai mengisap sedotan

Setelah si Kecil mampu membuka dan menutup mulut serta mulai mengisap sedotan, Moms dapat perlahan-lahan melepaskan ujung jari hingga ia mengerti bagaimana caranya mengisap minuman melalui sedotan.

Beri ia straw cup agar ia bersemangat untuk minum

Jika ia sudah bisa mengisap dengan sedotan, berikanlah ia straw cup agar si Kecil lebih bersemangat saat minum. Namun perlu diingat, berilah si Kecil botol minum terbaik untuknya. Pastikan bahwa bahan botol dan sedotan terbuat dari bahan yang aman seperti plastik Polypropylene (PP) untuk botolnya dan Medical Silicone Grade untuk sedotannya. Selain itu pilih botol yang memiliki spare part yang mudah dibuka agar mudah dibersihkan. Untuk menarik perhatiannya, pilihlah botol dengan desain yang lucu.

Nah, itulah cara-cara mengajarkan si Kecil minum dengan sedotan. Apa Moms memiliki pengalaman mengajarkan anak minum dengan sedotan? Yuk, share pengalaman Moms di kolom komentar!

Referensi: Parents, ARK Therapeutic, ARK Therapeutic