Mengapa Ibu Hamil Perlu Memperoleh Imunisasi TT?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tetanus sendiri adalah salah satu jenis penyakit yang mana banyak terjadi di beberapa negara berkembang. Tetanus ini biasanya menyerang bayi yang mana ketika ia lahir proses persalinannya tidak higenis, atau bahkan seorang ibu yang ketika hamil tidak memperoleh vaksin jenis tetanus atau vaksin TT. Penyakit tetanus yang terjadi pada bayi yang baru lahir biasanya disebut dengan jenis tetanus neonatal. Upaya untuk mencegah munculnya penyakit tetanus ini sangatlah penting, karena jika tetanus sudah menginfeksi tubuh maka akan berpotensi mempengaruhi sistem otak, bahkan bisa sangat membahayakan jika tidak diatasi dengan tepat.
Penyebab utama dari penyakit ini adalah racun yang berasal dari bakteri Clostridium tetani. Jenis bakteri ini umumnya ditemukan di semua jenis tanah, terutama jenis tanah yang memang memiliki kandungan kandang. Bukan hanya itu, bakteri tetanus ini juga terdapat pada debu yang biasanya ada di dalam rumah, kotoran manusia hingga kotoran hewn.
Ketika seorang ibu hamil menerima vakin jenis TT ini, maka bagian tubuh Anda akan membentuk antibodi yang mana nantinya akan diteruskan kepada janin yang akan berperan sebagai bentuk perlindungan alami selama Si Kecil berada di dalam kandungan hingga ia lahir.
Rekomendasi Vaksin TT untuk Kehamilan Pertama
Di usia kehamilan pertama, biasanya dokter akan merekomendasikan ibu hamil untuk memperoleh imunisasi TT setidaknya 2 kali setiap suntikan vaksin TT. Waktu pemberiannya jelas berbeda, akan tetapi hal yang terpenting ialah imunisasi atau vaksin ini tergolong aman diberikan untuk ibu hamil.
Biasanya dokter akan memberikan suntikan pertama vaksin di usia kehamilan trimester tiga, yaitu di usia kehamilan 7 bulan. Untuk suntikan vaksin kedua biasanya diberikan 4 minggu setelah suntikan pertama. Sementara itu, pihak dari Lembaga Kesehatan Dunia/WHO justru merekomendasikan agar ibu hamil memperoleh suntikan vaksin ke-3, yang mana diberikan 6 bulan setelah suntikkan kedua.
Rekomendasi Vaksin TT Untuk Kehamilan Kedua
Jika Anda kembali hamil dalam kurun waktu 2 tahun setelah melahirkan, maka pemberian vaksin TT ini akan tergantung terhadap riwayat imunisasi atau vaksin yang telah terima sebelumnya. Jika di kehamilan pertama Anda hanya memperoleh 2 kali suntikan vaksin, maka dokter akan merekomendasikan untuk memperoleh suntikan vaksin yang terakhir atau yang disebut dengan booster, guna memperkuat kekebalan tubuh dari serangan penyakit tertentu. Namun, jika jarak kehamilan pertama Anda dan kehamilan kedua cukup jauh, maka dokter akan kembali melihat dan memeriksa kondisi kesehatan Anda, kemudian ia akan menentukan vaksin mana yang akan diberikan.
Walaupun vaksin TT sudah banyak direkomendasikan oleh ahli kesehatan, namun nyatanya vaksin jenis Tdap masih menjadi pilihan guna menghindari serangan virus tertentu. Sebenarnya, jenis vaksin Tdap yang umumnya diberikan untuk anak-anak di atas usia 7 tahun termasuk ibu hamil sudah lebih awal direkomendasikan sebelum vaksin TT dan lebih baik.
Namun, jenis vaksin Tdap ini memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan vaksin TT, akan tetapi memiliki khasiat yang sama. Sehingga menjadikan vaksin TT sebagai salah satu jenis vaksin pilihan yang kerap kali di gunakan.
Efek Samping Vaksin Tetanus
Setelah memperoleh vaksin TT, biasanya Anda akan merasakan efek samping yang cukup ringan, diantaranya adalah sebagai berikut:
Terjadi pembengkakan sementara di area bekas suntikkan.
Bagian tangan bekas suntikkan akan mengalami perubahan warna menjadi merah.
Dan anafilaksis atau dalam kata lain alergi yang fatal adalah salah satu kondisi yang sangat jarang terjadi.
Â
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.Â
