Mengapa Muncul Daging di Pusar Bayi?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa hari setelah melahirkan si Kecil dan tali pusarnya putus, saya menyadari bahwa pusar bayi saya tampak selalu kotor. Pusarnya seperti basah, kadang mengering juga dengan ada kotoran berwarna kekuningan menempel. Saya bawa ke DSA, katanya pusarnya sensitif dan perlu dijaga kebersihannya.
Suatu hari, saat saya sedang membersihkan pusar bayi, saya menyadari ada yang aneh. Saya buka sedikit pusarnya dan saya melihat ada daging kecil di dalam. Nah lho! Saya kira, itu usus. Saya foto dan share kepada adik saya yang masih kuliah di kedokteran, katanya dijaga saja kebersihannya.
Namun, daging itu terus bertumbuh kian hari. Awalnya yang perlu dibuka pusarnya untuk melihat, sekarang sudah menonjol keluar di tengah pusar. Pasti sakit. Saya mau rawat sendiri dengan cairan antiseptik, tapi dicegah oleh adik saya.
Saya segera melaju ke DSA untuk konsultasi. Ternyata, gumpalan daging yang berada di sekitar tali pusar bernama granuloma umbilikal. Jadi, kata DSA saya, setelah tali pusar lepas seharusnya jaringan di sekitar pusar menutup kembali. Namun pada beberapa kasus, ada yang tidak menutup sempurna dan malah tumbuh daging seperti ini.
Untungnya, daging yang tumbuh pada bayi saya masih kecil sehingga dapat disembuhkan hanya dengan obat. Jangan dibiarkan menjadi besar, karena penyembuhannya harus dilakukan dengan operasi bedah. Granuloma umbilikal jika dibiarkan dapat terkena infeksi dan menimbulkan abses (nanah).
Seharusnya, granuloma umbilikal disembuhkan dengan perak nitrat. Hanya saja, karena ketidaktersediaan obat tersebut di kota saya, maka dokter memberikan resep lain. Saya diberikan resep H2O2 dan salep. Dokter juga berpesan, kalau masih punya Albothyl, bisa dipakai menggantikan H2O2.
Saya teringat masih punya Albothyl di rumah sehingga H2O2 tidak saya tebus. Sesampainya di rumah, saya langsung aplikasikan obat dari dokter. Oh ya, daging tersebut tidak memiliki saraf sehingga sebenarnya bayi tidak kesakitan.
Awalnya, daging itu tampak memutih. Keesokan harinya, jaringan tumbuh tersebut mulai menghitam. Lama-kelamaan ia copot sendiri dari pusar bayi saya.
Jadi Moms, tidak perlu panik kalau menemukan daging aneh pada pusar bayi. Segera saja bawa ke dokter untuk diberikan resep obatnya.
Semoga bermanfaat.
By: Prianka Iradati
