Konten dari Pengguna

Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Anak?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Anak?
zoom-in-whitePerbesar

Setuju ya Moms, kalau nyamuk adalah musuh utama kita. Seperti pengalaman saya saat baru saja meninggalkan Ryu bermain sebentar untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tapi ketika kembali, tiba-tiba saya melihat di tangan atau kakinya sudah muncul bentol bekas gigitan nyamuk. Atau ketika sedang menonton TV bersama, entah mengapa nyamuk sangat suka menggigit Ryu daripada saya. Setiap kali digigit nyamuk, pasti Ryu terus menggaruk dan akhirnya muncul bentol besar-besar dan itu membuat saya kesal. Setelah saya mencari tahu, ternyata ada beberapa hal yang membuat nyamuk lebih suka menggigit anak.

Mengapa Nyamuk Suka Menggigit Anak?

Kulit LembutKulit anak yang lembut dan tipis akan memudahkan nyamuk memasukkan sengat dan menyedot darah dari tubuh si Kecil. Inilah yang membuat nyamuk lebih menyenangi anak dibandingkan orang dewasa.

Genetik"Sebagian daya tarik anak terhadap nyamuk bersifat genetik". Kulit anak menghasilkan beberapa jenis bakteri ketika berkeringat dan itu sangat menarik untuk nyamuk. Nyamuk lebih tertarik golongan darah O dari tipe A atau B. Anak yang memiliki golongan darah O berpotensi 2 kali lebih besar diincar nyamuk dibanding anak lain dengan golongan darah A, demikian menurut sebuah hasil studi yang pernah dilakukan di Jepang. Nyamuk mengidentifikasi darah dari setiap gigitannya.

Napas si KecilNyamuk juga suka pada manusia dengan level metabolis tubuh yang tinggi karena mereka memproduksi lebih banyak karbon dioksida. Inilah mengapa wanita hamil lebih banyak digigit nyamuk, karena mereka bernapas lebih berat dan lebih sering. Begitu juga dengan anak yang sering beraktivitas, akan bernapas lebih sering dibanding ketika berdiam diri.

BerkeringatNyamuk tertarik pada bakteri atau senyawa yang hidup di keringat anak, salah satunya asam laktat. Nyamuk juga dapat mendeteksi panas tubuh yang disimpan oleh pakaian berwarna gelap dan dihasilkan oleh gerakan anak. Jadi peluang anak digigit nyamuk lebih besar saat sedang beraktivitas.

Lupa mengoleskan lotion anti nyamuk di bagian tubuh yang disukai nyamukNyamuk tertarik pada area yang banyak pembuluh darahnya dan terbuka. Juga tubuh bagian bawah, seperti kaki. Meski begitu, tetap jangan lupa oleskan anti nyamuk ke kaki bagian atas. Moms mungkin berpikir nyamuk lebih tertarik pada lutut dan buku-buku jari. Itu tidak sepenuhnya benar. Nyamuk juga suka area persendian. Karena di area itu banyak tersembunyi pembuluh darah dan memiliki banyak ujung saraf. Untuk itu, lindungi si Kecil dengan mengoleskan lotion anti nyamuk di bagian tersebut.

Pencegahan dan Penanganan Gigitan Nyamuk

Jangan menggaruk bekas gigitan nyamuk agar tidak merusak kulit. Tempelkan kantung teh bekas yang sudah didinginkan pada bagian tubuh yang digigit. "Antihistamin berguna untuk melawan histamin yang dilepas tubuh sebagai reaksi terhadap gigitan nyamuk. Teh mengandung tanin yang merupakan zat yang menarik keluar cairan yang dikeluarkan nyamuk saat menggigit.

Hindari membawa bayi ke daerah dengan populasi nyamuk tinggi, seperti taman yang basah atau dekat pembuangan sampah.

Cobalah untuk tidak keluar setelah matahari terbenam.

Gunakan saringan atau jaring pada pintu dan jendela untuk mencegah masuknya nyamuk. Gunakan kelambu untuk tempat tidur anak.

Jangan biarkan air menumpuk di area rumah karena nyamuk suka genangan air. Buang semua tempat penampungan air yang tidak dipakai di rumah. Cara ini akan membantu menjaga agar tidak ada nyamuk berkembang dalam lingkungan rumah

Gunakan pengusir nyamuk herbal pada bayi. Gunakan jenis obat nyamuk yang khusus untuk bayi dan anak-anak. Namun kenali berbagai gejala alergi setelah pemakaian sehingga bayi tetap aman.

Berikan pakaian berlengan panjang atau yang bisa melindungi kulit bayi sehingga tidak terkena gigitan nyamuk. Terapkan cara ini saat tidur pada malam hari. Pilih jenis pakaian anak dengan warna-warna yang cerah sehingga tidak menarik perhatian nyamuk. Termasuk untuk pilihan warna selimut dan semua bahan berwarna yang ada di kamar anak.

Yuk, lindungi si Kecil dari nyamuk-nyamuk nakal.

Semoga bermanfaat.

By: Merry Lim