Mengapa Tidak Disarankan Menggunakan Baby Walker?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat kontrol bulanan Celine beberapa waktu lalu, tanpa ditanya tiba-tiba DSA Celine berpesan "jangan dipakein baby walker ya, bu". Saya langsung kaget soalnya baru saja beli baby walker dan kebetulan belum dipakai.
Mengapa tidak diperbolehkan menggunakan babywalker?
Saat menggunakan baby walker, titik tumpu bayi bukan berada pada telapak kakinya, melainkan pada bagian pantatnya. Sehingga postur berdiri dan berjalan anak menjadi tidak benar. Anak yang menggunakan baby walker cenderung berjinjit saat mulai bisa berjalan, yang seharusnya kakinya menapak datar.
Dan ini malah memperlambat anak untuk bisa berjalan. Ternyata emang benar ya, beberapa kenalan saya ternyata emang awal berjalannya jinjit dan ternyata mereka menggunakan baby walker waktu kecil.
Masih kurang puas sama jawaban dokter tadi, saya cari referensi lagi.
Menurut ahli tumbuh kembang anak Fiona O'Farrell, saat menggunakan baby walker, bayi tidak dapat melihat anggota tubuh bagian bawahnya dan tidak tahu bagaimana mereka dapat bergerak sehingga body awareness mereka tidak muncul.
Body awareness penting karena melatih otak anak untuk dapat mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan anggota tubuhnya. Selain itu, dengan membiasakan anak menggunakan baby walker apalagi sebelum mereka bisa merangkak atau berdiri akan membuat mereka terbiasa dengan postur yang salah.
Farrel menyarankan untuk membiarkan anak belajar berjalan secara alami, setahap demi setahap, mulai dari berguling, merangkak, berdiri dengan bantuan hingga muncul dorongan untuk berjalan. Dengan begitu, perkembangan sensorik dan motorik anak menjadi lebih optimal. Batasan anak untuk belajar berjalan adalah hingga usia 16 bulan, jadi tidak perlu terburu-buru.
Kalau DSA Celine mengatakan bahwa boleh saja menggunakan baby walker kalau memang ingin sekali tapi setelah anaknya sudaa benar-benar bisa jalan sendiri dan mesti dalam pengawasan orangtua.
Semoga bermanfaat
By: Kristiani Chen
