Konten dari Pengguna

Mengapa Tinggi Badan Anak di Bawah Rata-Rata?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Tinggi Badan Anak di Bawah Rata-Rata?
zoom-in-whitePerbesar

1. Bayi terlahir dengan berat badan rendah

Bayi dikatakan memiliki berat badan rendah ketika dilahirkan dengan berat badan 2500 gram, kondisi ini diakibatkan karena rendahnya gizi bayi bahkan sejak dalam kandungan. Kekurangan gizi ini berlanjut ketika bayi lahir dan pada akhirnya mengganggu pertumbuhannya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang kurang baik seorang ibu pada saat sebelum dan ketika mengandung anaknya. Oleh karena itu kesehatan dan gaya hidup seorang ibu akan sangat berpengaruh pada kesehatan bayi sejak dalam kandungan hingga dewasa.

2. Asupan makanan yang tidak mencukupi

Anak yang pendek bisa disebabkan oleh kebutuhan gizi tidak terpenuhi, beberapa zat gizi yang menunjang pertumbuhan tulang pada anak yaitu:

Seng atau zink, yaitu salah satu jenis zat gizi mikro yang terdapat hamper semua sel dan jaringan tubuh. Zat ini memiliki peran penting dalam membantyu memperbanyak sel pertumbuhan jika kekurangan bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Protein, yaitu zat gizi makro yang berperan dalam membangun dan memelihara jaringan tubuh, juga dibutuhkan dalam pertumbuhan anak agar mencapai tumbuh yang potensial.

Zat besi, sekitar 70%berbentuk hemoglobin yang berada didalam darah. Hemoglobin merupakan zat yang berfungsi untuk mendistribusikan makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

Vitamin A, yaitu vitamin yang larut lemak dan memiliki fungsi utama sebagai penjaga indra penglihatan, serta berperan dalam pertumbuhan serta system kekebalan tubuh.

3. Tidak diberi ASI ekskulsif

Pemberian ASI merupakan faktor yang penting dalam menunjang pertumbuhan tinggi seorang anak. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa bayi yang diberi ASI berstatus gizi normal, memiliki kemampuan belajar yang baik. Penelitian yang dilakukan di india menemukan bahwa anak yang memiliki tinggi badan kurang, sebagian besar karena tidak diberi ASI ketika bayi.

4. Tidak melakukan imunisasi dasar yang lengkap

Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk menghindari anak dari infeksi, anak yang memiliki penyakit infeksi cenderung memiliki tinggi badan yang pendek. Imunisasi dasar yang harus diterima balita yaitu Bacillus calmette Guerin (BCG) polio dan, campak. Diphtheria pertusis tetanus – hepatitis b (DPT-HB).

5. Pola asuh dan pengetahuan orangtua akan gizi yang kurang baik

Pola asuh dan pengetahuan yang kurang baik akan gizi akan menyebabkan pertumbuhan anak yang kurang baik, begitupun sebaliknya pola asuh yang baik akan menyebabkan pertumbuhan yang baik.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.