Konten dari Pengguna

Mengatasi Anak Yang Hanya Ingin DBF

Babyologist
The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
31 Agustus 2019 13:38 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengatasi Anak Yang Hanya Ingin DBF

ADVERTISEMENT
Bagi ibu menyusui, salah satu kekhawatiran adalah si bayi keenakan minum susu lewat botol dan jadi gak mau lagi langsung menyusu ke payudara; atau yang sering disebut “bingung puting”. Bingung puting biasanya terjadi karena umumnya ketika bayi menyedot lewat dot botol, usaha yang diperlukan hanya sedikit untuk membuat susu mengalir deras dibanding ketika ia menyusu di payudara.
ADVERTISEMENT
Dalam kasusku, Owen justru kebalik. Memasukin bulan ke-4, Owen menolak minum susu lewat botol dan hanya mau menyusu langsung ke payudara.
Aku cerita dulu yah bagaimana itu bisa terjadi.
Awal perjalanan menyusuiku diwarnai dengan drama produksi ASI minim. Aku jarang pompa karena sedotan pompa membuat putingku yang sudah lecet menjadi semakin sakit. Tapi ketika pompa pun, paling hanya dapat 20-30ml dari kedua payudara. Dokter laktasi menyarankan aku tidak memompa payudara, tetapi memerah dengan tangan. Aku diajarkan memerah ASIP ditadahi dengan cup feeder. Dalam 30 menit memerah, bisa dapat 30ml saja sudah bahagia. Tapi tidak lama kemudian harus memerah lagi karena bayi terus menangis karena lapar. Aku kurang istirahat. Satu-satunya cara istirahat adalah aku harus perah/pompa sebanyak yang aku bisa dapatkan supaya Owen bisa dikasih botol dulu sementara aku mencuri waktu istirahat.
ADVERTISEMENT
Setiap mau memberikan botol, aku benar-benar khawatir Owen akan gak mau payudara lagi. Secara supplyku sedikit, jadi pasti dia lebih puas minum dari botol. Jadi meskipun aku terkadang curi waktu istirahat dengan meminta suami atau helper memberikan ASIP lewat botol, aku tetap berusaha meminimalisir feeding lewat botol supaya Owen tidak bingung puting.
Jalan beberapa minggu, supplyku mulai meningkat. Aku semakin mampu memuaskan rasa lapar Owen dengan direct feeding ke payudara. Saat itu semakin jarang aku berikan ASIP via botol. Semua hasil perah dan pompa aku simpan di freezer untuk tabungan masa depan. Kecuali kalau mau pergi ketemu orang atau ada event yang tidak memungkinkan aku terus2an nyusu, aku sediakan ASIP di botol untuk dibawa dan nanti dikasih sama suster.
ADVERTISEMENT
Satu kali coba, dua kali coba, dari sepuluh kali coba paling hanya dua yang Owen mau terima ASIP di botol itu. Kalau diperhatikan dua kali itu juga saat dia udah bener2 laper banget, sudah cukup lama dari jam terakhir dia makan. Sisanya, ditolak sama sekali enggak mau. Alhasil ujung-ujungnya tetap nyusu.
Begitulah akhirnya kita menyimpulkan anak ini gak suka botol. Padahal dulu suka, aneh ya? Aku sebut ini bingung botol.
Kita udah coba ganti beberapa merk botol yang aku punya. Sudah coba yang ngasih botol bukan aku tapi suster atau suamiku. Sudah coba saat ngasih botol akunya keluar ruangan. Nothing worked. Singkat cerita ya, hari ini Owen selalu mau kalau aku kasih botol dan tetap selalu mau nyusu juga. Gimana caranya?
ADVERTISEMENT
Pertama, aku mulai buat jadwal jam makan Owen. Jadi aku lihat dia bangun pagi itu sekitar jam 5 dan malam sudah mau tidur jam 6 sore. Tidur siang saat itu 3 kali sehari, jam 9 pagi, jam 12 siang, dan jam 3 sore. Nah aku buat jadwal ketika dia awake itu jam berapa dia akan minum susu. Jadi setiap jam minum susu itu aku akan ajak dia nyusu. Di luar jam itu, no nyusu. Tentu saja butuh waktu untuk penyesuaian. Tapi ini penting karena Owen jadi belajar merasakan kenyang dan lapar, dan kalau saatnya lapar maka akan dikasih susu.
Setelah Owen lancar mengikuti jadwal, aku mulai transisi ke botol. Botol susunya juga aku tidak kasih botol yang dulu aku pakai, yang dia sudah kenal itu botol susu tapi selalu ditolak. Aku beli botol baru. Dari hasil research waktu itu, aku beli botol Hegen.
ADVERTISEMENT
Kenapa botol Hegen? Karena jujur waktu itu aku khawatir Owen tetap tidak mau botol dan pembelian aku akan sia-sia lagi. Nah, botol Hegen ini kelebihannya bisa digunakan untuk fungsi lain seperti storage untuk MPASI atau makanan lain. Tinggal ganti dotnya menjadi tutupan. Jadi kalau ternyata Owen tetap menolak, at least gak 100% sia-sia.
Ok kembali ke jadwal. Jadi setiap jam Owen makan, aku tawarkan susu pakai botol Hegen. Dan percobaan pertama... berhasil! Owen mau minum ASIP di botol itu.
Kebetulan waktu itu pakai dot yang alirannya kecil, jadi Owen nyedotnya sampai pipinya kempot-kempot hahaha. Aku tidak mau besar kepala dulu tapi aku lebih semangat karena percobaan pertama sukses, jadi aku beli dot yang alirannya lebih kencang. Tapi aku tetap selalu mengikuti jadwal makan. Jadi ASIP hanya aku berikan ketika sudah jamnya dia makan.
ADVERTISEMENT
Bersyukur sekali sampai sekarang masih berlanjut seperti itu. Aku gak ganti-ganti lagi botolnya karena sudah cocok sama yang ini. Setiap jam makan, aku panasin ASIP di botop Hegen dan Owen pasti mau.
Apakah sama sekali gak pernah ditolak lagi? Pernah dong tentunya. Karena jadwal bayi masih berubah-ubah. Jadwal tidur berubah, porsi makan berubah, rentang waktu merasa kenyang berubah. So aku selalu modify jadwal mengikuti perkembangan Owen.

Jadi kalau ada yang mengalami seperti aku dan pengen anaknya bisa minum botol lagi, tips dari aku adalah:

1. Buat jadwal untuk meregulasi keseharian anak dan mengajarkan konsep lapar dan kenyang (catatan: aku rekomen jadwal untuk bayi yang sudah 4 bulan ke atas ya, kalau masih newborn banget memang kita yang harus ikutin jadwal badan mereka)
ADVERTISEMENT
2. Explore beberapa merk botol dan dot
3. Kalau indikasi anak tidak suka dengan dot yang ditawarkan, boleh dicoba beberapa kali lagi tapi jangan dipaksa. Kita gak mau si anak jadi trauma dot.
4. Minta tolong orang lain (suami, helper, orangtua) untuk memberikan botol ke bayi. Konon katanya bayi bisa mencium aroma puting dan susu di dekat dia, jadi kalau di dekat ibu, bayi bisa menolak botol karena maunya sama puting ibu.
5. Sabar dan jangan patah semangat. Ingat moms, bayi itu pintar kok. Mungkin butuh waktu untuk mengajarkan kebiasaan baru ke bayi, tapi kalau ibu bertekad dan semangat, lama kelamaan bayi akan bisa mengikuti ajaran ibu. Just have faith!
ADVERTISEMENT