Mengatur Jam Pompa ASI untuk Ibu Super Sibuk

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengatur Jam Pompa ASI untuk Ibu Super Sibuk
Menyusui baik dengan metode pumping maupun direct breastfeeding, meski memiliki sisi plus dan minus masing-masing, tetapi keduanya sama-sama adalah hal yang cukup menyita waktu.
Lalu bagaimana dengan ibu rumah tangga yang tidak memiliki helper dan harus mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus bayi dan masih menyusui? Tidak menutup kemungkinan para ibu yang memiliki anak lebih dari 1 dan masih harus membagi waktu untuk mengurus anak yang lebih besar.
Juga bagaimana dengan working Moms yang juga sibuk dengan pekerjaannya atau ibu dengan mobilitas tinggi?
Terkadang hal-hal ini membuat Moms memutuskan untuk berhenti mengASIhi. Dalam kasus saya, saya ibu bekerja tetapi saya terus ingin mengASIhi, setidaknya saya berharap dan berdoa bisa sampai usia 1 tahun.
Untuk 1x siklus pompa saja memerlukan waktu paling cepat 15 menit, di mana itu sangat jarang terjadi, paling sering adalah 30 menit dari awal mulai sampai benar-benar selesai semuanya. Di awal masa menyusui saya lakukan siklus pompa tiap 2-3 jam sekali agar tubuh dapat memproduksi lebih banyak ASI karena hukum ASI adalah permintaan berbanding lurus dengan produksi. Semakin sering dipompa akan semakin banyak. Sampai titik tertentu saya kelelahan. Saya berniat memperpanjang jeda pompa agar saya lebih memiliki waktu untuk bernafas tetapi saya tidak ingin produksi ASI saya menurun. Berikut beberapa tips yang saya lakukan:
• Perpanjang jeda waktu pompa secara bertahap Dari pompa setiap 3 jam sekali, saya tidak langsung mengubahnya menjadi 6 jam sekali. Tetapi saya mengubahnya secara bertahap, yaitu 3,5 jam sekali, kemudian 4 jam sekali, dst.
• Pastikan jumlah hasil pompa tetap sama meski jeda pompa semakin panjang Ketika saya pompa setiap 3 jam sekali, hasil per pompa minimum 150 ml. Saya buat 150 ml sebagai titik aman hasil per pompa. Jadi jika tiap 3 jam sekali saya menghasilkan 150 ml, berati tiap jam PD seharusnya memproduksi 50 ml. Ketika saya mulai membuat jeda pompa menjadi 4 jam, saya pastikan harus mendapat jumlah 200 ml per pompa. Jika jumlah belum mencapai 200 ml dalam 1 siklus pompa tersebut, ambil jeda 10 menit untuk beristirahat, dan lakukan pompa kembali, begitu sampai hasil mencapai 200 ml.
• Konsisten dan sabar Jangan terlalu cepat beranjak ke jeda pompa 5 jam sekali. Pastikan tubuh terbiasa dengan jeda 4 jam sekali dan menghasilkan jumlah yang sudah pas (tidak menurun) baru beranjak ke 5 jam sekali. Begitu seterusnya, dengan begitu tubuh akan terbiasa di jeda yang lebih lama tanpa mengurangi hasil.
• Power Pumping atau ASI Booster Ketika memiliki waktu luang / lebih, mungkin di weekend atau hari libur lakukan power pumping atau Moms bisa mengonsumsi ASI Booster andalan agar produksi bisa semakin banyak sehingga meski tidak sering pompa, tetapi kebutuhan ASI untuk si Kecil tetap berlimpah.
• Gunakan handsfree pump bra Bra jenis ini sangat membantu untuk menghemat waktu sang ibu yang bekerja, memang sedikit kurang nyaman, tapi cukup bisa digunakan agar tetap bisa melakukan hal lain.
• Bawa perlatan pumping Selalu bawa peralatan pumping agar bisa berjaga-jaga ketika ada waktu luang yang bisa digunakan untuk pompa. Saya sering pumping di mobil agar ketika sampai di tempat tujuan, tidak dihantui jam pumping.
• Pahami kapasitas PD masing-masing Kapasitas PD saya mampu menahan jeda pompa sampai dengan 6 jam sekali. Jika lebih dari itu, PD sudah sangat keras dan sakit dan riskan untuk persoalan PD lain yang tidak diinginkan.
• Terus Semangat Meski sangat menyita waktu dan melelahkan, tapi semangat dari dalam diri kita sang ibu sangat berpengaruh. Jika kita percaya kita bisa, jika kita terus bersemangat, pasti semua bisa terorganisir dengan baik.
