Konten dari Pengguna

Mengenal Berbagai Jenis Imunisasi Tambahan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Berbagai Jenis Imunisasi Tambahan
zoom-in-whitePerbesar

Meskipun terbilang imunisasi tambahan, ternyata beragam jenis imunisasi ini penting sekali untuk dilakukan. Mom perlu melakukan berbagai jenis imunisasi tambahan yang memang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh. Tentunya banyak juga jenis imunisasi tambahan, di antaranya:

Imunisasi Influenza

Jenis imunisasi tambahan yang satu ini gunanya ternyata untuk memberikan suatu perlindungan pada tubuh dari adanya beragam virus influenza. Pemberian imunisasi ini biasanya dilakukan semenjak usia bayi 6 bulan hingga nanti sudah dewasa.

Imunisasi HIB

Jenis imunisasi tambahan tersebut bertujuan untuk melindungi bagian tubuh dari adanya sebuah virus Haemophilus influenza type B yang mana bisa menyebabkan pneumonia, meningitis atau bahkan epiglotitis sekalipun. Pemberian imunisasi ini bisa dilakukan ketika usia 2, 4, 5 dan juga 15 bulan.

Imunisasi MMR

Imunisasi tersebut bertujuan untuk menghindarkan dari ancaman virus campak, rubella maupun gondok sekalipun. Untuk pemberian vaksin tambahan ini bisa dilakukan ketika bayi sudah berusia 15 bulan dan bisa dilakukan pemberian vaksin ulang ketika anak sudah berusia sekitar 6 tahun.

Imunisasi Pneumokokus atau PCV

Pemberian imunisasi tersebut ternyata bisa melindungi tubuh dari adanya bakteri pneumokokus yang bisa menghadirkan penyakit infeksi telinga, meningitis atau bahkan pneumonia sekalipun. Pemberian vaksin tersebut bisa dilakukan ketika bayi berusia 2, 4, 6 bulan bahkan juga akan dilakukan sekitar usia 12 hingga 15 bulan.

Imunisasi Tifoid

Jenis imunisasi tambahan yang satu ini ternyata untuk menghindarkan dari adanya bakteri Salmonella typhi yang bisa menyebabkan suatu demam tifoid. Anda bisa melakukan imunisasi tambahan ini ketika umur anak sudah di atas 2 tahun dan nantinya bakalan diulang setiap 3 tahunnya.

Imunisasi Varisela

pemberian imunisasi tambahan ini ternyata bisa melindungi tubuh dari adanya penyakit cacar air. Pemberian imunisasi ini bisa dilakukan ketika anak sudah berusia diatas 5 tahun.

Imunisasi HPV

Jenis imunisasi tambahan ini ternyata juga penting sekali dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari adanya penyakit kanker mulut rahim. Pemberian imunisasi ini bisa Anda lakukan ketika anak sudah berusia di atas 10 tahun. Bahkan pemberiannya pun akan dilakukan sebanyak 3 kali.

Imunisasi Hepatitis A

Ternyata jenis imunisasi tambahan ini juga penting untuk mencegah adanya penyakit hati atau bahkan bisa terhindari dari virus hepatitis A. pemberian imunisasi bisa dilakukan ketika anak usianya sudah di atas 2 tahun.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.