Mengenal High Need Baby (Part 2)

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal High Need Baby (Part 2)
Apa saja tanda-tanda high need baby? Lalu apakah Moms yang memiliki high need baby perlu menerapkan gaya parenting yang berbeda?
Menurut Dr. Sears, ada 12 tanda high need baby, seperti:
- Sangat bersemangat
- Hiperaktif/ hipertonik
- Menguras tenaga
- Sering makan
- Menuntut
- Sering terbangun
- Tidak pernah puas
- Tidak dapat ditebak
- Super sensitif
- Tidak bisa ditaruh
- Tidak dapat menenangkan diri sendiri
- Sensitif terhadap perpisahan/separation sensitive
Sebagai contoh nyatanya, misalnya saat newborn biasanya bayi banyak tidur, tapi high need baby tampak tidak ngantuk dan midah tidur. Ada juga yang tidak dapat hidup teratur dan terjadwal, maunya menuruti keinginan si bayi. Sangat bergantung pada mama/papanya dan sangat clingy bahkan tidak mau tidur terpisah. Sangat ketakutan bila ditinggal mama/papanya, atau separation anxiety berlebihan. Mudah menangis, apa pun menangis untuk meluapkan emosinya.
Jika bayi Moms memiliki tanda seperti itu, bisa jadi termasuk bayi berkebutuhan tinggi dan Moms sebaiknya menerapkan gaya parenting yang sedikit berbeda dari umumnya.
Menurut Chess, Thomas, dan Birch dalam bukunya The Origin of Personality (1970), bayi berkebutuhan tinggi ini membutuhkan gaya parenting yang fleksibel. Di buku tersebut dituliskan:
"Secara umum anak-anak mudah merespons dengan baik berbagai gaya pengasuhan anak. Dalam kasus anak-anak yang sulit, masalah penanganan muncul sejak awal. Orang tua harus mengatasi ketidakteraturan anak dan kelambatan yang diadaptasikannya untuk membangun kesesuaian dengan aturan hidup keluarga. Jika orang tua tidak konsisten, tidak sabar atau hukuman dalam penanganan anak mereka, ia lebih cenderung bereaksi negatif daripada anak-anak lain. Hanya dengan perlakuan yang objektif, konsisten, dan memperhitungkan sepenuhnya temperamen anak, ia dapat dibawa untuk bergaul dengan mudah dengan orang lain dan mempelajari perilaku yang sesuai. Ini mungkin memakan waktu lama, tetapi dengan penanganan yang terampil anak-anak tersebut mempelajari aturan dan fungsinya dengan baik. Persyaratan penting adalah bahwa orang tua mengakui perlunya penanganan yang luar biasa melelahkan; taktik yang bekerja dengan baik dengan anak-anak lain mungkin gagal untuk anak yang sulit." (Istilah anak-anak yang sulit di sini sama saja dengan high need baby/ bayi berkebutuhan tinggi).
Apa yang bisa Moms lakukan untuk berdamai dengan kenyataan jika memiliki high need baby?
- Berusaha untuk membuang ekspektasi.
Moms biasanya punya ekspektasi tinggi untuk anaknya. Dan jika tidak tercapai, biasanya kecewa dan sedikit stres. Menangani high need baby, Moms sebaiknya membuang ekspektasi tersebut dan menerima kenyataan bahwa bayi Moms berbeda, memiliki kebutuhan lebih tinggi dari bayi lainnya.
- Belajar membaca tanda dari bayi dan berusaha memenuhi kebutuhannya.
Jika Moms sudah mengetahui kebiasaannya, misalnya setiap bangun langsung menangis lalu minta digendong, sebaiknya Moms segera mendatanginya dan menggendong daripada malah makin marah dan menjadi-jadi.
Jadi Moms memang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk menangani anak berkebutuhan tinggi ini. Ingat, ini bukan salah Moms jika ia bereaksi negatif, tampak lebih lambat dan susah diatur. Dan janganlah membandingkan anak Moms dengan anak yang lain.
"Setiap anak itu unik, setiap anak itu spesial."
Baca juga: Part 1
