Konten dari Pengguna

Mengenal Istilah Makanan dalam MPASI

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moms pasti sangat bersemangat ketika si Kecil memasuki usia 6 bulan. Pada bulan ini, ia akan mendapatkan makanan pendamping ASI untuk pertama kalinya. Lalu Moms pasti banyak mendengar istilah puree ketika mencoba mencari tahu tentang makanan si Kecil. Apa sih puree itu? Yuk simak beberapa istilah dalam MPASI di bawah ini.

Istilah MPASI

  1. BuburBubur ini dapat terbuat dari beras, kacang hijau, oat dan sebagainya. Memasak dengan cara konvensional (memakai kompor) dapat dengan merebus beras dengan sejumlah air, lalu aduk sampai beras hancur. Kekentalan bubur dapat disesuaikan dengan menambah takaran air. Hindari pemakaian bubur tepung ya Moms, pemakaian beras secara langsung lebih baik bagi bayi.
  1. PureePuree terbagi menjadi puree buah dan puree sayur. Puree buah berarti buah yang dihaluskan dengan saringan atau food grinder. Adapun macam buah yang dapat dibuat menjadi puree seperti alpukat, semangka, melon, pisang, kiwi, pepaya, blewah, apel, pir atau buah naga.Puree sayuran yaitu bermacam sayur yang dihaluskan dengan saringan yang sebelumnya telah melewati proses kukus terlebih dahulu. Macam sayuran yang dapat dijadikan puree seperti bunga kol, kabocha, labu siam, terong ungu, butternut squash, buncis, kentang, ubi atau zukini.Hati-hati dengan pemberian kentang dan ubi, karena ditemukan beberapa kasus sembelit pada bayi setelah mengonsumsinya.
  1. Nasi TimNasi tim merupakan nasi berbumbu gurih yang biasanya disajikan dengan ayam yang dikukus. Cara membuatnya dengan mengaron beras, lalu dapat ditambah suwiran ayam dan takaran air yang pas, lalu kukus hingga hasilnya lembut.
  1. Nasi TanakNasi yang biasa kita masak dalam rice cooker dapat digunakan langsung atau merebusnya kembali untuk membuat bubur.

 

Semoga bermanfaat.

By: Chriesty Anggraeni

Copyright by Babyologist