Konten dari Pengguna

Mengenal Kista Ovarium; Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kista ovarium – Kista adalah tumor jinak yang biasanya memiliki ciri-ciri tonjolan berisi nanah dan darah. Kista yang muncul di indung telur juga disebut dengan kista ovarium. Baik wanita subur maupun wanita yang sudah menopause berisiko terkena kista. Oleh sebab itu, Moms perlu mengetahui penyebab, gejala, dan pengobatan kista ovarium sebagaimana akan dijabarkan berikut ini.

Penyebab

Beberapa penyebab kista ovarium adalah sebagai berikut :

Hormon tidak seimbang, biasanya dialami oleh mereka yang sering mengalami stres baik fisik maupun psikis.

Pola hidup tidak sehat seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, dan merokok.

Belum memiliki keturunan, hamil dan melahirkan terbukti membuat rahim lebih kuat sehingga risiko munculnya kista lebih rendah. Namun, apabila seorang ibu hamil menderita kista, kehamilannya akan terganggu. Janin yang terus tumbuh besar dapat memicu kista untuk pecah dan menyebabkan komplikasi.

 

Gejala Kista Ovarium

Seorang wanita memiliki dua buah indung telur di sebelah kanan dan kiri. Indung telur adalah bagian terpenting dari kesuburan wanita. Jika ada masalah dengan indung telur, sistem reproduksi akan sangat mungkin terganggu. Sayangnya, saat massa kista masih kecil, kista sering tidak menimbulkan gejala. Baru setelah membesar, kista mulai menunjukkan gejala sebagai berikut :

Sakit saat menstruasi

Siklus menstruasi tidak teratur

Sering merasa kembung

Mual dan muntah

Nyeri panggul yang hebat

Jika Moms mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri Moms ke dokter.

Pengobatan Kista

Dokter mendiagnosis kista dengan cara bertanya kepada pasien tentang keluhan-keluhan yang mereka rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan tes USG untuk mengetahui massa kista. Tes darah juga akan dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

Jika setelah diperiksa kista belum terlalu besar, dokter akan memberikan obat-obatan. Namun, apabila ukuran kista sudah besar, dokter akan melakukan tindakan operasi pengangkatan untuk mengurangi risiko kista pecah. Kista masih bisa diangkat tanpa harus mengganggu ovarium.