Konten dari Pengguna

Mengenal Lebih Dalam Imunisasi Maesles Rubella (MR)

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Lebih Dalam Imunisasi Maesles Rubella (MR)
zoom-in-whitePerbesar

Apa itu imunisasi MR?

Imunisasi MR merupakan salah satu jenis imunisasi atau bahkan vaksin yang sangat dianjurkan untuk di berikan kepada Si Kecil guna menghindari serangan penyakit campak dan juga rubella atau campak Jerman. Dimana imunisasi MR ini merupakan kombinasi dari kedua jenis vaksin, yaitu vaksin campak atau Measle (M) dan juga vaksin Rubella (R) yang mana memiliki peranan penting untuk menjaga kondisi kesehatan Si Kecil dan mengindarinya dari serangan virus yang bisa menyebabkan penyakit campak dan rubella. Saat ini, Indonesia telah memiliki komitmen guna mengeliminasi penyakit campak serta berkomitmen pula untuk mengendalikan rubella di tahun 2020 nanti. Melihat betapa pentingnya dan bermanfaatnya jenis vaksin MR ini, maka pemerintah Indonesia dipastikan akan mengadakan sebuah program Pencanangan Kompanye Tingkat Nasional dan Introduksi Maesles Rubella.

Apakah vaksin MR aman bagi bayi?

Penting untuk di ketahui, bahwa jenis vaksin yang di gunakan untuk imunisasi MR ini sudah di rekomendasikan oleh World Health Organization (WHO). Dan di Indoensia sendiri, jenis vaksin MR ini memang dianjurkan untuk di berikan kepada anak-anak, mengingat manfaat yang dimilikinya. Bahkan jenis vaksin ini juga sudah memperoleh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 95% jenis vaksin MR ini berfungsi atau bermanfaat untuk mencegah penyebaran penyakit campak dan juga rubella.

Siapa saja yang harus mendapatkan imunisasi MR?

Imunisasi MR ini umumnya di berikan kepada bayi yang sudah berusia 9 bulan dan anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun. Dan kabarnya, imunisasi MR ini akan di masukkan ke dalam jenis imunisasi yang wajib untuk di berikan secara rutin kepada setiap bayi. Umumnya imunisasi MR di berikan untuk bayi berusia 9 bulan, bayi berusia 18 bulan, dan ketika anak-anak mulai memasuki dunia sekolah yang mana vaksin MR ini digunakan untuk menggantikan jenis vaksin campak.

Apakah ada efek samping dari imunisasi MR?

Umumnya vaksin MR ini tidak memiliki efek samping, jikapun ada efek samping yang di timbulkan cukup ringan sama seperti demam ringan, atau bahkan memerah dan membengkaknya bagian tangan bekas suntikkan. Biasanya kondisi ini merupakan kondisi yang normal terjadi pada anak-anak atau bayi yang sudah memperoleh vaksin MR, dan akan berlangsung dalam kurun waktu 2-3 hari. Sedangkan efek samping yang lebih serius sangat jarang terjadi.

Perlukah imunisasi MR diberikan pada anak yang sudah melakukan imunisasi Campak? Guna memperoleh kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit rubella, maka bayi yang sudah memperoleh imunisasi atau vaksin campak dianjurkan untuk kembali menerima imunisasi atau vaksin jenis MR. Dan nyatanya jenis imunisasi MR ini sangat aman di berikan kepada anak-anak yang memang sudah memperoleh 2 dosis imunisasi atau vaksin campak sebelumnya.

Benarkah vaksin atau imunisasi MR menyebabkan autisme?

Hingga saat ini belum ada fakta yang membuktikan bahwa pemberian imunisasi jenis apapun kepada anak-anak atau bahka bayi menyebabkan Si Kecil mengalami autism, sama halnya dengan pemberian vaksin jenis MR.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Â